Jumat, 17 Oktober 2014

Home » » SEMINAR PALESTINA TRISAKTI: Sudah Seharusnya Pemerintah Berperan Aktif

SEMINAR PALESTINA TRISAKTI: Sudah Seharusnya Pemerintah Berperan Aktif

Mahasiswa Akan Turun Ke Jalan menuntut Realisasi Pemerintah Dukung Kemerdekaan Palestina




Silakan klik: Buku: Fiqih Demokrasi
  
Mafaza-Online.Com | SILATURAHIM - Universitas Trisakti mengadakan seminar tetang Palestina, Rabu (08/10/14), bertemakan “Buka Mata Satukan Hati untuk Palestina”. Hadir sebagai pembicara, DR. Aji Wibowo selaku Ketua Studi Hukum Humaniter dan Hak Asasi Manusia Universitas Trisakti, Sylviani Abdul Hamid, SH.I, MH Sekjen Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia (PAHAM) Indonesia dan DR. Syaiful Bahri, MA (Ketua Asia Pasific Community For Palestine/ASPAC for Palestine).

“Diskusi yang diprakarsai oleh Mahasiswa Trisakti ini sebagai bentuk kepedulian mahasiswa atas kejahatan kemanusiaan yang terjadi di Palestina dan manambah pengetahuan tentang Palestina dari nara sumber yang memumpuni,” jelas Edward Febrianto selaku ketua Panitia Acara dalam siaran persnya.

Dari ketiga narasumber ini diharapkan dapat memberikan pencerahan kepada para mahasiswa. Panitia juga berharap Seminar sebagai langkah awal Kampus Trisakti dalam mendorong kemerdekaan Palestina.

“Sudah seharusnya pemerintah Indonesia memiliki peran aktif dalam mendukung gerakan mengakhiri kejahatan kemanusiaan oleh Israel,”kata Edward.

Edward menegaskan, apabila Presiden terpilih lupa akan janjinya ketika kampanye kemarin untuk mendukung penuh kemerdekaan Palestina maka ia dan kawan-kawan mahasiswa akan turun kejalan untuk mengingatkan janji yang sudah disampaikan.


“Kami lihat sampai dengan saat ini tidak ada sepatah katapun yang disampaikan oleh Presiden terpilih tentang kondisi Palestina yang lebih dari 50 hari diserang oleh Israel,” tegas Edward.

Sylviani dalam kesempatan seminar menyampaikan perkembangan dari konferensi Internasional yang baru saja diikutinya di Tunisia. Konferensi dimaksud mengenai Monitoring of the Palestinian Political and Legal Issue, in Light of Israel’s Aggression on Gaza.


Menurutnya, peserta yang hadir dalam Konfrensi setuju mendorong Palestina meratifikasi Statuta Roma 1998 untuk membawa Israel ke International Criminal Court (ICC). Konferensi juga meminta pertanggung-jawaban Israel atas kejahatan kemanusiaan yang dilakukannya terhadap rakyat Palestina. 

“Konferensi menuntut Israel untuk melakukan pembangunan kembali fasilitas umum, Rumah, Jalan dan Rumah Sakit yang hancur akibat serangan Israel,” kata Sylviani.


Hanya dengan Rp 50.000 Anda sudah ikut berdakwah

Share this article :

Poskan Komentar