Sabtu, 18 Oktober 2014

Home » » Kesibukan MPR Jelang Pelantikan Presiden Terpilih

Kesibukan MPR Jelang Pelantikan Presiden Terpilih

24.000 Personel TNI-Polri Amankan Pelantikan Jokowi-JK





Silakan klik: Buku: Fiqih Demokrasi
  
Mafaza-Online.Com | JAKARTA - Ketua MPR Zulkifli Hasan beserta pimpinan MPR beberapa hari ini berkeliling mengajak semua pihak agar hadir di acara pelantikan Presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla. Ia juga memastikan semua anggota MPR akan hadir di pelantikan tersebut.

"Di internal MPR, ada 690 anggota MPR yang berasal dari berbagai latar belakang politik, sambutannya sama. Semua mengatakan akan mendukung dan hadir di acara 20 Oktober nanti," katanya.

Menurut Zulkifli, undangan yang ia dan pimpinan lain tawarkan disambut positif oleh berbagai pihak. Ia yakin acaranya berjalan lancar.

"Tinggal teknis pelaksanaan, semoga berjalan lancar," ujar mantan Menteri Kehutanan itu.

ISU DEKRIT

Zulkifli mengungkapkan bahwa setelah terpilihnya empat pimpinan MPR RI yang baru berbagai isu tajam muncul. Isu itu mulai dari pemboikotan pengambilan sumpah presiden sampai dikeluarkannya dekrit untuk menggagalkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden yang baru.

Pimpinan MPR berinisiatif untuk menghilangkan kekhawatiran itu dengan melakukan komunikasi dengan berbagai pihak.

"Untuk itu kita bergerak cepat, semua tokoh kita kunjungi untuk hadir dalam pelantikan. Semua yang kami datangi mengatakan akan hadir," ungkap Zulkifli.

Agenda pelantikan presiden dan wakil presiden 20 Oktober mendatang harus benar-benar disukseskan karena merupakan tonggak keberhasilan demokrasi di Indonesia.

"Harus disukseskan karena itu wajah kita, wajah Indonesia yang akan disaksikan oleh masyarakat Indonesia dan juga oleh masyarakat dunia internasional," kata Zulkifli di Jakarta, Kamis (16/10).

Ketua MPR yang baru saja terpilih itu menjelaskan, pada saat pelantikan Jokowi-JK nanti, sejumlah pemimpin-pemimpin negara sahabat dijadwalkan akan hadir.

"Pemimpin negara-negara ASEAN yang diundang antara lain Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak," katanya.

Selain itu, pemimpin-pemimpin negara lain yang diundang adalah Perdana Menteri Australia Tony Abbot dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry serta ada juga perwakilan khusus dari Jepang dan Korea Selatan.

"Oleh karena itu, pelantikan ini harus sukses, tidak boleh ada alternatif lain selain harus sebaik-baiknya," ujarnya.

Ketua Partai akan Hadir

Terkait dengan fraksi-fraksi yang akan menghadiri pelantikan Jokowi-JK, ia mengungkapkan, MPR sudah menggelar rapat gabungan dan dipastikan Fraksi DPD dan 10 Fraksi dari Partai Politik dan satu DPD akan menghadiri pelantikan tersebut.

Selain itu, kami juga ingin mengundang ketua-ketua partai, termasuk Ketua Umum Dewan Pembina Partai Demokrat Prabowo Subianto.

"Jadi, tidak ada itu kabar yang beredar soal boikot dan lain-lain karena ini sudah menyangkut wajah Indonesia jadi kami betul-betul ingin menyukseskan pelantikan tersebut," tuturnya.

Kesiapan TNI-Polri
MPR juga sudah berkoordinasi dengan Kapolri Jenderal Polisi, Sutarman dan Panglima TNI Jenderal Moeldoko untuk menjamin keamanan pelantikan Jokowi-JK.

Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyiagakan sekitar 24.000 personelnya untuk mengamankan jalannya pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo-Jusuf Kalla, pada Senin (20/10/2014).

Polri akan menyiagakan sekitar 20.000 personel dan TNI sekitar 4.400 personel untuk mengamankan pelantikan tersebut.

"Untuk pengamanan perangkaian pelantikan dan pengambilan sumpah janji presiden terpilih kami siapkan 24.815 personel," ujar Kapolri Jenderal Pol Sutarman saat pertemuan antara pimpinan MPR dengan Panglima TNI, Kapolri, Kepala BIN, KSAD, KSAL, dan KSAU, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (16/10/2014).

Sutarman mengatakan, Polri membagi jumlah personel yang ditugaskan dalam beberapa satuan tugas, di antaranya sekitar 5.000 personel untuk satgas operasional, 4.000 personel untuk satgas daerah, serta 7.000 personel yang disiapkan di Polres-polres di seluruh Indonesia.

Adapun untuk Paspampres, jumlah personel yang akan disiagakan berjumlah 791 orang. Sutarman mengatakan, dalam acara pelantikan nanti, pengamanan akan dibagi menjadi empat ring. Ring satu meliputi areal pelantikan yang akan diamankan oleh Paspampres dan polisi yang berpakaian preman; Ring dua akan disiagakan di halaman Kompleks DPR/MPR; Ring tiga berada di akses masuk menuju Kompleks DPR/MPR; sementara Ring empat berada di beberapa titik di sekitar Gedung MPR/DPR.

Sutarman menjamin bahwa pihaknya telah siap dengan segala kondisi yang mungkin terjadi selama upacara pelantikan Jokowi-JK. Polisi dan TNI akan bekerja sama untuk menciptakan suasana kondusif pada tanggal 20 Oktober.

"Polri bersama TNI menjamin keamanan seluruh rangkaian sidang, dari awal sampai akhir acara," kata Sutarman.

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan, selain 4.400 personel yang akan disiagakan selama berlangsungnya acara pelantikan, pihaknya juga akan menurunkan sebanyak 170 Satuan Setingkat Kompi atau sekitar 17.000 personel untuk mengamankan situasi di Indonesia.

Moeldoko meminta agar masyarakat tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang berlebihan dalam merayakan pelantikan Jokowii-JK. Hal itu demi menjaga agar suasana tetap berlangsung kondusif.

"Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya merayakan. Justru nanti membuat tidak aman dan tidak nyaman," kata Moeldoko.



Hanya dengan Rp 50.000 Anda sudah ikut berdakwah
Share this article :

Poskan Komentar