Sabtu, 20 September 2014

Home » » PKS Desak Pemerintah Realisasikan Pemasangan 4000 Konverter Kit Pada Angkutan Umum

PKS Desak Pemerintah Realisasikan Pemasangan 4000 Konverter Kit Pada Angkutan Umum

Dengan terealisasinya program ini, akan sangat membantu meningkatkan penghasilan para sopir angkutan umum yang notabene adalah masyarakat kecil


  
Mafaza-Online.Com | JAKARTA  - Anggota DPR RI, Habib Nabiel Almusawa meminta Pemerintah serius dalam merealisasikan  pemasangan 4000 konverter kit pada angkutan umum pada tahun ini.  Ia mengingatkan, jika tidak serius maka program di tahun 2014 akan gagal seperti tahun 2012 dan 2013. Jika tahun ini gagal maka selama tiga tahun ini kita gagal melakukan konversi BBM ke BBG untuk angkutan umum. 

“Keterlaluan, masak waktu tiga tahun tidak cukup untuk mengatasi permasalahan yang ada,” kata Habib.

Awal Maret lalu, Kementerian Perindustrian (Kemperin) mengungkapkan rencana memasang 4000-4600 unit konverter kit tahun ini. Alat ini akan dipasang pada angkutan umum di Jabodetabek, Surabaya, Bandung, dan Semarang dengan alokasi anggaran sekitar Rp 200 miliar. Program ini sudah direncanakan dan dianggarkan pada 2012 dan 2013. Namun, pelaksanaannya terus ditunda karena berbagai kendala, terutama kurangnya fasilitas pengisian stasiun bahan bakar gas (SPBG).

Kendala lain karena program ini menyangkut dua kementerian, yakni Kemenperin dan Kementerian ESDM. Baru pada 2014, Kemenperin ditetapkan sebagai lembaga yang mengeksekusi program ini. Menurut Habib, kendala kurangnya SPBG mestinya tidak menjadi alasan untuk merealisasikan program ini.  Harusnya SPBG yang ada saja dioptimalkan. Jadi untuk menjalankan program konversi ini jangan menunggu sampai jumlah SPBGnya banyak dulu. 

”Jika demikian, mau kapan program ini akan direalisasikan ? Membangun SPBG itu tidak murah,” ujar Habib.
Dengan terealisasinya program ini, akan sangat membantu meningkatkan penghasilan para sopir angkutan umum yang notabene adalah masyarakat kecil.  ”Kalau beli bensin, para sopir angkutan umum ini bayar Rp. 6500.  Tapi kalau beli BBG, mereka cuma bayar Rp. 3100.  Kan selisihnya bisa buat tambahan penghasilan mereka,” pungkas Habib.


 

Share this article :

Posting Komentar