Kamis, 04 September 2014

Home » » Pendiri Golkar Cap Agung Laksono Pengkhianat

Pendiri Golkar Cap Agung Laksono Pengkhianat

Ada tiga kali pertemuan antara Aburizal dan Agung di sebuah tempat untuk membicarakan kepastian pelaksanaan Munas Golkar



Ilustrasi BEndera Partai Golkar | (FOTO: Tempo/Wisnu Agung Prasetyo)
Mafaza-Online.Com | JAKARTA - Tokoh pendiri Partai Golongan Karya, Suhardiman, menyebut Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono sebagai pengkhianat. Musababnya, Agung telah membelot dari perjuangan menyelenggarakan Musyawarah Nasional 2014.

Suhardiman mengaku kecewa dengan manuver Agung yang tiba-tiba mendukung pelaksanaan Munas pada 2015. "Ia tidak konsisten dengan perjuangan di awal," kata Suhardiman di kantor Eksponen Ormas Tri Karya Golkar di Jalan Teluk Betung, Jakarta, Selasa, 2 September 2014.

Padahal, menurut Suhardiman, sebagai pemimpin, Agung harus konsisten. "Jangan mencla-mencle," kata pendiri Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia, salah satu onderbouw partai beringin. "Kawan yang lain jangan ikut pengkhianat itu."

Politikus Golkar Zainal Bintang juga kaget dengan manuver Agung. Padahal selama ini dia mengklaim berkomunikasi intens dengan Agung untuk mendorong penyelenggaraan Munas sesuai ketentuan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Golkar, yakni setiap lima tahun.

Zainal menilai adanya kemungkinan perubahan sikap Agung lantaran Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat itu ditekan oleh Ketua Umum Aburizal Bakrie.
"Akhir-akhir ini mereka sering bertemu informal," kata Zainal.
Sebelumnya Ketua Pemenangan Agung Laksono, Fahmi Idris, sepakat dengan digelarnya Munas pada 2015. "Pak Agung Laksono juga telah menyetujuinya," kata Fahmi, Senin, 1 September 2014.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lalu Mara Satriawangsa mengakui ada tiga kali pertemuan antara Aburizal dan Agung di sebuah tempat untuk membicarakan kepastian pelaksanaan Munas Golkar. Pada pertemuan itu, kata Lalu, Agung awalnya tetap kokoh mempertahankan Munas digelar pada 2014.

Namun, setelah Ical mengingatkan mengenai rekomendasi di Munas 2009 yang menyebutkan Munas selanjutnya pada 2015, seketika Agung luluh. "Jadi sama sekali tidak ada intervensi dari Ical," ujarnya. "Jadi Agung bukan pengkhianat dan sama sekali tidak membelot."

MUHAMMAD MUHYIDDIN | REZA ADITYA | TEMPO.CO



Silakan klik: 
 

Share this article :

Poskan Komentar