Sabtu, 13 September 2014

Home » » KPK Selidiki Aliran Dana Rp 2 Miliar dari Jero Wacik ke "Indopos"

KPK Selidiki Aliran Dana Rp 2 Miliar dari Jero Wacik ke "Indopos"

Pemred Indopos Don Kardono kembali dipanggil menjadi saksi terkait kasus dugaan pemerasan di Kementerian ESDM


  
Pemimpin Redaksi Indopos Don Kardono, saat keluar dari Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (11/9/2014) | (FOTO: KOMPAS.com/Abba Gabrillin)
Mafaza-Online.Com | MATARAM — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelidiki adanya dugaan aliran dana sebesar Rp 2 miliar yang mengalir dari rekening Jero Wacik ke Indopos.

Hal ini disampaikan Ketua KPK Abraham Samad menyusul pemanggilan Pemimpin Redaksi Indopos Don Kardono sebagai saksi bagi mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Jero Wacik, terkait kasus dugaan pemerasan di Kementerian ESDM.


"Karena ada keterangan ada duit mengalir ke sana, sekitar lebih kurang dua miliar, digunakan untuk pencitraan Jero Wacik," kata Abraham di Mataram, Jumat (12/9/2014).
Kamis (11/9/2014), Don kembali dipanggil menjadi saksi terkait kasus dugaan pemerasan di Kementerian ESDM. Pemanggilan ini bukan kali pertama bagi Don. Sebelumnya, Don telah memenuhi panggilan KPK untuk diperiksa sebagai saksi terkait kasus yang sama pada Selasa (9/9/2014).

Selain memanggil Don, KPK juga menjadwalkan pemeriksaan untuk mantan Sekjen ESDM, Waryono Karno; Staf Khusus Menteri I Ketut Wiryadinata; Indah Pratiwi dari pihak swasta; Kepala Bagian Kerja Sama Biro Perencanaan Kerja Sama Athena Fallahti; dan Kepala Subag Tata Usaha Setjen ESDM Asep Permana sebagai saksi dalam kasus tersebut.

Seperti diberitakan, KPK menetapkan Jero sebagai tersangka sejak 2 September 2014. Selama menjadi Menteri ESDM, Jero melalui Waryono Karno, yang saat itu menjabat Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, dan bawahannya yang lain, diduga memeras sejumlah rekanan pengadaan di kementerian tersebut.

Terhitung sejak tahun 2011 hingga 2013, total uang yang diperoleh Jero dari pemerasan itu mencapai Rp 9,9 miliar.

Menurut KPK, kasus dugaan pemerasan yang menjerat Jero tidak lepas dari penyelidikan terhadap hasil pengembangan penyidikan terhadap Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Rubiandini, yang tertangkap tangan setelah menerima suap 400.000 dollar Amerika Serikat dari Komisaris Kernel Oil Pte Ltd Simon Gunawan Tanjaya pada 14 Agustus 2013.

KOMPAS.com



Silakan klik: 
 

Share this article :

Posting Komentar