Kamis, 11 September 2014

Home » » Hidayat: Berpikir Positif PPP tetap Solid di KMP

Hidayat: Berpikir Positif PPP tetap Solid di KMP

Pasalnya, PPP sudah menandatangani koalisi yang dipermanenkan


  
Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (kanan) mewakili ketua-ketua parpol pendukung menyerahkan piagam Koalisi Merah Putih Permanan kepada calon presiden nomor urut 1 Prabowo Subianto di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (14/7/2014). Ketua dan Sekjen Partai Politik pendukung pasangan Prabowo-Hatta yaitu Gerindra, PKS, PPP, Golkar, PBB, PAN, dan Demokrat, untuk menguatkan komitmennya menandatangani nota kesepahaman Koalisi Permanen mendukung Prabowo-Hatta | (FOTO: TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)
Mafaza-Online.Com | JAKARTA - Anggota Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid mengatakan, koalisi Merah Putih (KMP) tidak khawatir jika PPP berbalik arah mendukung pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla setelah dipecatnya Suryadharma Ali sebagai Ketua Umum PPP.

"Kalaupun PPP pindah, suara (di DPR) nggak akan sampai 52 persen. Kalaupun voting (saat pengambilan keputusan di DPR), KMP masih diatas," ujar Hidayat di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (10/9/2014).

Pasangan Jokowi-JK didukung oleh empat parpol, yakni PDI Perjuangan (18,95 persen suara pemilu legislatif, 109 kursi DPR), Partai Nasdem (6,72 persen, 35 kursi DPR), Partai Kebangkitan Bangsa (9,04 persen, 47 kursi DPR), dan Partai Hanura (5,26 persen, 16 kursi DPR). Jika dijumlah, pasangan tersebut memperoleh dukungan 39,97 persen suara atau 207 kursi DPR.

Koalisi Merah Putih saat ini diisi oleh lima parpol yang lolos ke DPR, yakni Partai Gerindra (11,81 persen, 73 kursi DPR), Partai Golkar (14,75 persen, 91 kursi DPR), Partai Amanat Nasional (7,59 persen, 49 kursi DPR), Partai Persatuan Pembangunan (6,53 persen, 39 kursi DPR), dan Partai Keadilan Sejahtera (6,79 persen, 40 kursi DPR). Jika dijumlah, pasangan tersebut memperoleh dukungan 47,47 persen suara atau 292 kursi DPR.

Adapun Partai Demokrat memperoleh 10,19 persen atau 61 kursi DPR.

Meski demikian, Hidayat mengatakan, pihaknya masih berpikiran positif bahwa PPP akan tetap pada komitmen bersama menjadi penyeimbang pemerintah mendatang. Pasalnya, PPP sudah menandatangani koalisi yang dipermanenkan. Saat itu, PPP diwakili Suryadharma.

"Bung Romi (Sekjen DPP PPP Romahurmuziy) sendiri yang selalu menyampaikan bahwa PPP bersama KMP," ucap mantan Presiden PKS itu.
Sebelumnya, DPP PPP memecat Suryadharma sebagai Ketum setelah dianggap telah melanggar anggaran rumah tangga PPP Pasal 10 ayat 1 huruf c dan d.
Pemecatan itu lantaran mantan Menteri Agama itu telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi oleh KPK. Status hukum itu dinilai mampu membatasi ruang gerak dan fungsi Suryadharma sebagai ketua umum partai.

Pengamat politik dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS), J Kristiadi, yakin PPP akan mengubah haluan politiknya dengan mendukung pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, setelah Suryadharma dipecat.

KOMPAS.com



 

Share this article :

Poskan Komentar