Rabu, 06 Agustus 2014

Home » » Warga Solo Hapus Mural Bergambar Bendera ISIS

Warga Solo Hapus Mural Bergambar Bendera ISIS

Kepala Sub-Bagian Humas Kepolisian Resor Kota Surakarta Ajun Komisaris Sis Raniwati mengatakan bahwa pihaknya langsung bergerak setelah pemerintah melarang berkembangnya paham ISIS di Indonesia


  


Seorang warga menghapus mural bergambar bendera ISIS di tembok makam yang berada di kawasan Tipes, Solo | TEMPO/Ahmad Rafiq
Mafaza-Online.Com | SOLO - Warga di Kelurahan Tipes, Solo, bekerja bakti membersihkan tembok dari mural bergambar bendera Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) di wilayahnya, Selasa, 5 Agustus 2014. Kerja bakti tersebut didampingi oleh perangkat kelurahan, polisi, serta militer.

Mural tersebut terdapat di salah satu taman kota yang berada di sebelah selatan sebuah pusat belanja. Tidak jauh dari tempat tersebut, terdapat mural sejenis yang berada di pagar tembok tempat pemakaman umum. Tempat tersebut kebetulan juga merupakan lokasi penyergapan terduga teroris Farhan yang melakukan penyerangan terhadap sejumlah pos polisi pada Lebaran dua tahun lalu.

Lurah Tipes, Suharudi, mengatakan bahwa kegiatan kerja bakti tersebut dilakukan menjelang peringatan kemerdekaan Republik Indonesia. "Kebetulan ada mural yang kami anggap mengganggu keindahan taman kota ini," katanya. Pihaknya kemudian menghapus mural tersebut menggunakan cat warna putih.

Menurut Suharudi, warga sebenarnya sudah mengetahui keberadaan mural tersebut sekitar sebulan terakhir.

"Tidak ada yang tahu siapa yang membuatnya," katanya.
Dia menduga mural itu dibuat dengan cat semprot pada malam hari.

Semula, pihaknya juga mengaku tidak tahu bahwa mural itu bergambar bendera ISIS. "Kami baru tahu setelah diberi tahu oleh Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) dan akhirnya ramai di media," katanya. Dia kemudian menggerakkan warga untuk menghapus mural di taman kota tersebut.

Kepala Sub-Bagian Humas Kepolisian Resor Kota Surakarta Ajun Komisaris Sis Raniwati mengatakan bahwa pihaknya langsung bergerak setelah pemerintah melarang berkembangnya paham ISIS di Indonesia. "Kami langsung melakukan sosialisasi kepada masyarakat," katanya. Meski demikian, dia mengatakan bahwa penghapusan mural itu merupakan inisiatif dari warga.

Selain di tempat tersebut, mural sejenis juga ditemukan di kawasan Kelurahan Danusuman. Selain itu, sempat muncul pengibaran bendera ISIS di kawasan Semanggi. Polisi telah melakukan upaya pendekatan sehingga bendera itu akhirnya diturunkan oleh pemasangnya.

AHMAD RAFIQ | TEMPO.CO



Silakan klik:  
 

Share this article :

Posting Komentar