Rabu, 13 Agustus 2014

Home » » Polisi Cilacap Periksa Orang yang Diduga Presiden ISIS Indonesia

Polisi Cilacap Periksa Orang yang Diduga Presiden ISIS Indonesia

Kapolres Cilacap mengaku kesulitan menjerat 7 orang itu dengan Undang-Undang Terorisme, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), maupun undang-undang lainnya karena mereka belum melakukan apa-apa


  
Mafaza-Online.Com | CILACAP - Aparat Kepolisian Resor Cilacap, Jawa Tengah, memeriksa 7 orang yang diduga terkait Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) secara maraton.

"Kami akan menyerap semua informasi dari mereka," kata Kepala Polres Cilacap Ajun Komisaris Besar Polisi Andry Triaspoetra didampingi Komandan Komando Distrik Militer Cilacap Letnan Kolonel Infanteri I Gusti Agung Adi Putra Winata di Cilacap, Rabu (13/8/2014) dini hari.

Menurut Andry, pihaknya memiliki kesempatan 1 x 24 jam untuk membuktikan keterlibatan Chep Hermawan beserta enam rekannya dalam organisasi ISIS.

Dalam hal ini imbuh dia, pihaknya akan mengusut kasus tersebut secara menyeluruh karena Presiden Republik Indonesia telah menyatakan bahwa ISIS merupakan sebuah organisasi terlarang.

Kendati demikian, Kapolres Cilacap mengaku kesulitan menjerat 7 orang itu dengan Undang-Undang Terorisme, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), maupun undang-undang lainnya karena mereka belum melakukan apa-apa.


"Kalau kami bisa buktikan seperti tahanan yang lain, ya kami lakukan penahanan. Tetapi kalau dalam pemeriksaan ini kami mau menuduh dia mengganggu ketertiban umum, dan itu tidak terbukti, demi hukum kita harus lepaskan dia," kata Andry.

Dia mengakui bahwa selama menjalani pemeriksaan, Chep Hermawan dan kawan-kawan bersikap santun. Bahkan, imbuh Kapolres Cilacap, Chep Hermawan mengaku menjadi pemimpin ISIS Regional Indonesia agar organisasi tersebut dapat dikendalikan dan tidak diambil orang lain yang radikal.

"Kalau memang seperti itu, kenapa dia (Chep Hermawan) sowan ke napi teroris," ucap Kapolres Cilacap.

Disinggung mengenai atribut ISIS yang ditemukan di mobil Chep Hermawan, Kapolres Cilacap mengatakan bahwa barang-barang tersebut merupakan titipan dari terpidana kasus terorisme Oman Abdurahman untuk dibawa pulang setelah 7 orang itu mengunjunginya di Lembaga Pemasyarakatan Pulau Nusakambangan.

Andry menambahkan, Oman ketakutan karena mendengar kabar jika Polres Cilacap akan menggelar razia sehingga barang-barang berlogo ISIS itu dititipkan kepada Chep Hermawan untuk dibawa pulang. "Kami akan bersikap bijak dalam menangani barang-barang tersebut," tandas dia.

Saat ditemui wartawan, Chep Hermawan mengaku tidak tahu dari mana asal atribut ISIS tersebut karena dibawa dua rekannya yang membesuk terpidana kasus terorisme Oman Abdurahman di Lapas Permisan, sedangkan dirinya membesuk Abu Bakar Baasyir di Lapas Pasir Putih yang juga di Pulau Nusakambangan.

"Katanya, kalau di sini (Lapas Permisan) tidak ada manfaatnya, tapi kalau di luar bermanfaat," kata Chep Hermawan, menirukan ucapan rekannya.

Chep Hermawan bersama 6 rekannya diamankan petugas gabungan dari Polres Cilacap dan Kodim Cilacap di Majenang, Selasa 12 Agustus petang, dalam perjalanan pulang ke Cianjur, Jawa Barat, setelah membesuk sejumlah terpidana kasus terorisme yang mendekam di Lapas Pulau Nusakambangan.

6 Rekan Chep Hermawan yang turut diamankan, yakni Dani Rahdani (30), Ludy Burdah Muslim (30), Aeb Lukman Nulhakim (30). Syaiful Bahri (39), Didin Samsudin (44), dan Ade Saefullah.

Sementara, atribut ISIS yang ditemukan di mobil Toyota Land Cruise warna perak (silver) berpelat nomor D-6-CC yang ditumpangi mereka berupa 2 lembar bendera, 5 topi, 4 kaos, 1 buah pin, dan 3 lembar sebo (penutup muka).

Hingga Rabu dini hari tadi, Chep Hermawan dan kawan-kawan masih menjalani pemeriksaan di Markas Polres Cilacap.

ANTARA 



Silakan klik: 
 

Share this article :

Poskan Komentar