Selasa, 26 Agustus 2014

Home » » Klarifikasi Jokowi Soal 'SBY Merecoki' Diapresiasi

Klarifikasi Jokowi Soal 'SBY Merecoki' Diapresiasi

SBY ingin agar proses peralihan kekuasaan itu berjalan lancar sebagaimana harapan dan keinginan Jokowi


  
Presiden terpilih Joko Widodo menaiki mobil dinas baru Mercedes-Benz di Jakarta, 23 Agustus 2014 | (FOTO: ANTARA/Reno Esnir)
Mafaza-Online.Com | JAKARTA - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto menyatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengapresiasi Jokowi. Musababnya, Jokowi telah mengklarifikasi kabar "SBY bakal merecoki" pemerintahan yang baru.

"Berita itu tak sesuai dengan substansi komunikasi antara SBY dan Jokowi," kata Djoko saat dihubungi Tempo, Ahad, 24 Agustus 2014.

Pada kesempatan berbeda, juru bicara Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, menyatakan pertemuan antara SBY dan Joko Widodo dilaksanakan hanya untuk membicarakan transisi kepemimpinan. Menurut dia, SBY ingin agar proses peralihan kekuasaan itu berjalan lancar sebagaimana harapan dan keinginan Jokowi.


“Tidak ada sedikit pun pikiran Presiden untuk merecoki pemerintahan yang baru," kata Julian dalam laman www.seskab.go.id  yang dirilis Ahad, 24 Agustus 2014. Ia mengatakan SBY merasa dirinya dituduh merecoki pemerintahan Jokowi.

Djoko Suyanto mengatakan dirinya telah bertemu dengan presiden terpilih Joko Widodo tadi malam. Pertemuan dilakukan untuk mengatur jadwal pertemuan antara SBY dan Jokowi.

"Jokowi berkenan bertemu SBY pada 27-28 Agustus di Bali," kata Djoko. Namun ia tak mengetahui materi apa yang bakal diperbincangkan keduanya. "Nanti kalau sudah diberi tahu Presiden, baru bisa saya sampaikan ke media," katanya.

Sebelumnya SBY mengaku menerima pesan negatif dan telah beredar di kalangan tertentu. Bunyi pesan itu, kata SBY, menganggap dirinya dan Partai Demokrat merecoki presiden terpilih 2014, Joko Widodo.

"Artinya, (pesan itu berbunyi) SBY jangan mengganggu atau mengatur Jokowi," kata Presiden SBY dalam akun Twitter-nya, @SBYudhoyono, dua jam setelah Mahkamah Konstitusi memutuskan menolak seluruh permohonan calon presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Kamis malam, 21 Agustus 2014.

SBY mengaku tak paham dengan kabar dirinya mengganggu Jokowi. "Tidak ada niat dan pikiran sedikit pun saya untuk mengganggu Pak Jokowi," katanya.

MUHAMMAD MUHYIDDIN | TEMPO.CO



Silakan klik:
Share this article :

Posting Komentar