Rabu, 09 Juli 2014

Home » » KMJ-JAT Protes Keras Kartun The Jakarta Post

KMJ-JAT Protes Keras Kartun The Jakarta Post

Saham The Jakarta Post dimiliki empat kelompok besar. Yaitu pasangan Sofjan dan Jusuf Wanandi, harian Kompas, majalah Tempo, dan harian Suara Pembaruan. Sofjan dan Jusuf Wanandi dikenal sebagai pentolan Center for Strategic and International Studies (CSIS)


  
Mafaza-Online.com | JAKARTA – Media yang dikuasai kaum kafir dan sekuler, pluralis, dan liberalis (Sepilis) memang tidak henti-hentinya berusaha memadamkan cahaya Allah. Mereka tidak segan-segan menurunkan berita, artikel, foto atau gambar yang menghina dan melecehkan Islam. Kasus terbaru dilakukan The Jakarta Post (JP) yang memuat kartun menistakan Islam dan ummatnya.

“Apa yang dilakukan Jakarta Post sekali lagi mengkonfirmasi kebenaran firman Allah dalam QS al Baqarah:120 dan QS Ali Imran: 118-120, bahwa musuh-musuh Allah memang sangat membenci Islam dan ummatnya. Ada framing dan agenda setting dari media-media mainstream yang dikuasai kelompok anti Islam untuk terus menyudutkan Islam dan ummatnya,” ujar Edy menanggapi pemuatan kartun di JP yang menghina Islam.

Pada QS al Baqarah : 120 Allah berfirman, ”Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.”

Sedangkan pada QS Ali Imran : 118 firman Allah, “Hai orang-orang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.”


“Saya tidak yakin redaksi bisa seceroboh itu menurunkan kartun yang sangat menghina Islam dan ummatnya. Mereka bisa saja mengaku teledor, ceroboh, dan khilaf. Silakan saja kalau mereka menyatakan sama sekali tidak bermaksud menghina Islam. Tapi, saya lebih percaya firman Allah yang pasti benar dan tidak ada keraguan sedikit pun di dalamnya,” tukas Edy Mulyadi, Ketua Majelis Tabligh dan Dakwah KMJ, di kantor redaksi The Jakarta Post, Selasa (7/8).

Edy datang bersama rombongan dari Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) yang memrotes keras pemuatan kartun yang menghina Islam dan ummatnya. Mereka yang berjumlah sembilan orang diterima Pemimpin Redaksi JP Meidyatama Suryodiningrat, di kantor redaksi, Jakarta, Selasa (8/7). Dia didampingi sejumlah jurnalis, antara lain redaktur senior Endy M Bayuni dan dari desk opini Ati Nurbaiti.

Menurut Endy, saham The Jakarta Post dimiliki empat kelompok besar. Yaitu pasangan Sofjan dan Jusuf Wanandi, harian Kompas, majalah Tempo, dan harian Suara Pembaruan. Sofjan dan Jusuf Wanandi dikenal sebagai pentolan Center for Strategic and International Studies (CSIS). Lembaga kajian ini berdiri pada 1971 dan sangat dominan dalam memberi arah kebijakan pembangunan di masa Orde Baru. CSIS banyak merekomendasikan kebijakan yang merugikan dan menyudutkan kepentingan Islam dan ummat Islam di Indonesia.

Sedangkan Kompas dikenal sebagai media milik sejumlah tokoh Katholik militan, antara lain Jakob Oetama. Kendati tidak secara vulgar, kebijakan redaksi Kompas sering menyudutkan Islam. Tempo sendiri adalah majalah yang setali tiga uang dengan Kompas. Di bawah Goenawan Muhamad, pemberitaan Tempo  seringkali sumir kalau sudah menyangkut Islam dan ummat Islam di Indonesia.  Sementara itu, Suara Pembaruan dimiliki keluarga Lippo yang dikenal sebagai nashrani militan. Saat ini James Riadi diketahui menjadi salah satu tokoh nonmuslim di balik pasangan Jokowi-Jusuf Kalla dalam Pilpres 2014.

Edy Mulyadi, Ketua Majelis Tabligh dan Dakwah Korps Muballigh Jakarta (KMJ)
Email: edymulyadilagi@gmail.com




Silakan klik:  
 

Share this article :

Poskan Komentar