Rabu, 28 Mei 2014

Home » » Transkrip Pidato Prabowo Saat Deklarasi di Rumah Polonia

Transkrip Pidato Prabowo Saat Deklarasi di Rumah Polonia


Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi!


  

Mafaza-Online.Com | MafazaTV - Saudara-saudara, hari ini ditempat yang bersejarah ini bersama-sama kita telah mendengarkan pernyataan-pernyataan dukungan dari partai-partai yang besar di Republik kita. Partai-partai yang bersejarah, partai-partai yang mewakili rakyat Indonesia dari beberapa latarbelakang. Dan hari ini dengan penuh rasa tanggungjawab, saya dan pak Hatta Rajasa menyatakan menerima kepercayaan dan amanah yang diberikan kepada partai-partai pendukung. Dan insya Allah kami akan pertaruhkan segala tenaga, upaya, pikiran bahkan jiwa dan raga kami untuk bangsa, negara dan rakyat Indonesia yang kita cintai.

Saudara-saudara sekalian ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan yang saya kira perlu kita ketahui bersama. Pertama, bahwa dalam beberapa hari dan beberapa minggu ini setelah kita semua sebagai warga negara Republik Indonesia yang bertanggungjawab. Setelah kita terjun kedunia politik dengan segala pengorbanan kita masing-masing dari semua partai dari semua daerah. Dengan kesadaran kita telah berkorban karena kita ingin menjalankan suatu bentuk negara, suatu bentuk pemerintahan yang demokratis dan yang bertanggungjawab kepada rakyat indonesia.

Kita percaya dengan demokrasi, kita semua disini mempertaruhkan segala-galanya untuk asas demokrasi di Republik kita. Kita tahu bahwa harus berkuasa untuk memerintah. Dan harus memerintah untuk berbuat kebaikan kepada bangsa dan negara. Tetapi kita semua ingin mendapat kekuasaan itu dengan sah, dengan damai, dengan konstitusional, dengan keikhlasan dari rakyat. Kita telah bersaing, kita telah berlomba dan kita mengalami semua bahwa masih banyak kekurangan dalam demokrasi yang sedang kita bangun. Masih banyak kekurangan, tetapi kekurangan-kekurangan ini tidak membuat kita patah semangat. Tidak membuat kita putus asa. Justru kita harus bertekad untuk memperbaiki kehidupan demokrasi kita dihari-hari yang akan datang.

Kita sadar dan kita mengerti bahwa negara kita diberi oleh Tuhan yang Maha Kuasa kekayaan yang berlimpah-limpah. Kita juga menyadari bahwa masih banyak kesenjangan di Negara kita. Tapi kita juga harus mengakui bahwa banyak juga yang telah dicapai oleh pemerintah yang sekarang dan pemerintah yang sebelum ini.

Saya bukan bagian dari koalisi yang sedang memerintah tapi koalisi yang akan memerintah. Saya kemarin ini berada diluar pemerintah. Saya sering kritik pemerintah kadang-kadang agak keras. Tetapi saya juga yang mengakui bahwa pemerintah SBY banyak keberhasilan, banyak jasa kepada negara dan bangsa. Justru dengan keberhasilan dan apa yang telah dicapai justru inilah kita ingin membangun diatas pondasi-pondasi yang baik.

Saudara-saudara sekalian kita sadari negara kita begitu besar, negara kita wilayah geografisnya sama dengan Eropa, sama dengan 27 negara. Kita menempati tiga zona waku. Kita menempati daerah yang begitu setrategis. Sehingga sekarang negara-negara besarpun banyak yang terlibat dalam sengketa-sengketa perairan disekitar kita.

Tantangan-tantangan yang dihadapi bangsa kita tidak ringan penuh dengan kompleksitas. Karena itu proses demokrasi yang kita bangun telah menghasilkan keadaan yang kita hadapi sekarang. Dimana partai-partai bersejarah dan partai-partai besar akhirnya memutuskan untuk bergabung. PKS, PAN, GERINDRA, PPP, PBB dan GOLKAR. Golongan karya yang telah melahirkan kader-kader terbaik bangsa kita. Kita memutuskan untuk bergabung dan saya harus mengakui bahwa proses berhari-hari ini, berminggu-minggu ini adalah proses yang penuh pembelajaran, penuh liku-liku, penuh malam yang tanpa tidur yang melelahkan.

Saya mantan prajurit mengakui politik ini lebih melelahkan. Jadi semua pengalaman saya ditentara belum apa-apanya menghadapi politik di Indonesia. Tetapi ada satu hal yang saya belajar beberapa hari ini. Saya bisa melihat, saya bisa bergaul, saya bisa berdiskusi dengan pemimpin-pemimpin terbaik bangsa Indonesia.

Tokoh-tokoh pemimpin partai yang saya hadapi saya lihat kesungguhan mereka, i’tikad mereka, keinginan mereka, ingin berbuat terbaik untuk bangsa Indonesia. Karena itu penciptaan koalisi ini walaupun liku-liku tetapi lancar. Ada partai religius, ada partai kebangsaan. Tapi dipartai kebangsaan kita menemukan religiusitas, dipartai religius kita menemukan kebangsaan. Dan yang saya lihat lebih besar adalah jiwa besar para tokoh-tokoh partai ini.

Jiwa besar sifat negarawan yang sangat menyentu hati saya. Ini harus saya sampaikan disini, karena kepercayan yang diberikan kepada diri saya dan kepada bapak Hatta Rajasa sungguh suatu kepercayaan yang sangat-sangat penting dan sangat-sangat berat sesungguhnya. Namun kepercayaan yang penuh tantangan dan kehormatan. Karena itu dalam pembelajaran ini saya melihat sifat mengalah, sifat jiwa besar.

Waktu mulai berunding bayangkan sistem demokrasi kita telah melahirkan partai-partai yang hampir sama kekuatannya. Begitu kita duduk disatu meja semua memiliki kader-kader yang hebat dan terbaik untuk bangsa dan negara. Jadi sangat-sangat sulit untuk kita memilih apabila tidak ada jiwa-jiwa besar dan jiwa negarawan.

Sebagai contoh ustadz Hilmi dari PKS waktu pertama berjumpa dengan saya menyampaikan kepada saya “Pak prabowo kami dari PKS punya tiga putra terbaik, tiga kader terbaik, ini kami usulkan untuk jadi calon pasangan bapak calon wakil presiden bapak. Tetapi apabila bapak merasa harus memilih yang lain kamipun tidak keberatan kami rela”.

Luar biasa sifat-sifat negarawan seperti itu. Sama dengan partai lain, pak Surya Darma Ali menyatakan dukungan PPP, “PPP mendukung tanpa syarat”.

Jadi saudara-saudara sampai hari ini kita benar-benar mendapatkan suatu keputusan dengan musyawarah dengan mufakat dan hasilnya selalu dengan baik, dengan cepat dan dengan aklamasi dengan bulat. Apa inti yang ingin saya sampaikan. Sampai dengan Golkar bayangkan, Golkar hasilnya diantara koalisi kita hasilnya terbesar.

Bapak Abu Rizal Bakri saya kenal adalah kader, adalah putera terbaik bangsa Indonesia. Beliau adalah tokoh yang punya track record yang baik. Memimpin partai kedua terbesar di Republik ini, tapi bersedia mendukung saya sebagai presiden Republik Indonesia. Ini saya kira adalah sesuatu yang tidak dibayangkan oleh pengamat-pengamat politik yang terhebat sekalipun. Tadinya pak ARB mau ikut kesini sekarang. Saya yang mengatakan jangan. Kami nanti dengan Pak Hatta yang akan datang kepada bapak ARB. Golkar mungkin datangnya dipenghujung tapi Golkar akhirnya menjadi king maker. Golkar menjadi penentu masa depan bangsa Indonesia.

Hari ini kita mendapat dorongan semangat kekuatan besar berada ditengah-tengah kita. Dan kita menjadi kekuatan yang besar untuk menyelamatkan masa depan Republik Indonesia. Kita tidak ada niat lain. Saya telah berunding dengan tokoh-tokoh didepan ini berminggu-minggu berbulan-bulan didalam hati mereka tidak ada lain hanya yang terbaik untuk bangsa Indonesia. Karena itulah dihadapan saudar-saudara hari ini, saya bersama pak Hatta menerima tugas ini dan kami akan laksanakan sepenuh tenaga kami.

Tetapi kami pun sadar persoalan bangsa begitu besar begitu kompleks begitu rumit. Kita harus mencari putra-putra dan putri-putri terbaik menjadi satu kekuatan, satu tim untuk memimpin kebangkitan kembali Indonesia Raya yang kita cintai.

Karena itu saya dengan pak Hatta bertekad menyusun pemerintahan yang terdiri dari putra-putra dan putri-putri terbaik bangsa Indonesia. Kita tidak hitung-hitungan partai mana dapat berapa kursi, tidak ada ketua yang membicarakan itu.

Saya belajar juga kembali dari ustadz Hilmi, beliau sampaikan kepada saya “Pak prabowo selain tiga kader terbaik untuk wakil presiden kami akan sodorkan juga 25 atau 30 kader terbaik. Silahkan bapak menilai, silahkan bapak pilih. Kalau cocok silahkan dipakai kalau tidak cocok itu hak bapak.”

Sifat negarawan seperti ini patut menjadi pelajaran bagi generasi penerus yang nanti akan mengganti kami-kami yang didepan ini.

Saudara-saudara saya kira demikian. Nanti kita berharap pada pernyataan-pernyataan dukungan dari tokoh-tokoh lain. Tapi saya kira haknya mereka untuk menyampaikan. Jangan saya klaim, nanti kita klaim ternyata mleset ya kita tidak enak. Habis ini saya akan ketemu dengan Pak Rhoma Irama. Kemudian saya baru saja ketemu Pak Mahfud MD. Kemudian pak Hatta tadi malam baru ketemu Pak Ahmad Dhani.

Saya kira demikian yang ingin saya sampaikan, kami siap melaksanakan tugas. Kami akan berbuat yang terbaik, tapi kami juga membutuhkan dukungan dari semua unsur bangsa ini. Kita ingin menyelamatkan masa depan rakyat kita, anak-anak kita, cucu-cucu kita. Kita ingin bangsa indonesia bangsa yang besar menjadi bangsa yang terhormat yang bermartabat yang adil yang makmur yang berdiri diatas kaki kita sendiri. Itu perjuangan kita bersama saudara-saudara sekalian. Terimakasih dukungan dukunganmu luar biasa antusiasme yang saya lihat, luar biasa semangat yang saya rasakan. Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi.

Sumber: Y O U T U B E




Silakan klik: 


Share this article :

Poskan Komentar