Jumat, 18 April 2014

Home » » Al Muzammil Yusuf: PKS Dorong Partai Islam Ajukan Capres

Al Muzammil Yusuf: PKS Dorong Partai Islam Ajukan Capres

PEMILU
Agenda idealis dan realistis, kuncinya terletak pada kebesaran jiwa dan kerendahan hati para pimpinan partai Islam untuk mengambil momentum emas yang hanya sekali dalam lima tahun


  
Almuzzammil Yusuf
Mafaza-Online.Com | JAKARTA - Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf menyarankan, lima partai politik Islam menyatukan ide dan gagasan untuk mengusung calon presiden dan calon wakil presiden sendiri.

“Dalam hitungan saya, jika lima partai politik Islam bersatu, terjadi kapitalisasi suara sekitar 30 persen,” katanya menjawab Mafaza-Online.Com, Jumat (18/4/2014). 

Ini, masih kata Muzammil, modal yang cukup signifikan bagi partai politik Islam mengusng capres dan cawapres yang layak mewakili agenda keumatan dan kebangsaan.

Ormas dan umat Islam memiliki harapan besar agar partai politik berideologi Islam dan berbasis umat Islam seperti PKS, PKB, PAN, PPP, dan PBB bersatu mengusung capres dan cawapres yang mampu memperbaiki kondisi umat Islam dan bangsa Indonesia. Capres dan cawapres bisa dari kalangan ulama, pengusaha, akademisi, partai politik, atau pejabat negara.

“Yang penting mereka punya kredibilitas moral, dan kapasitas kenegarawanan yang mampu memadukan antara agenda keumatan dan kebangsaan pada pemerintahan lima tahun ke depan," ujar Wakil Ketua Komisi III DPR itu.

Namun, jika wacana ini sulit terwujud, karena kalahnya elektabilitas tokoh dengan calon yang telah muncul, minimnya modal dan media massa, menurut Muzzammil, maka pilihannya adalah agenda yang lebih realistis yaitu hanya mengusung cawapres dan mengisi kabinet. 

Sedangkan capres kita tawarkan ke partai nasionalis yang berkomitmen untuk memadukan agenda keumatan dan kebangsaan.


“Dengan kelima partai itu bersatu tentu daya tawarnya akan lebih tinggi kepada capres manapun dan potensi untuk menangnya juga besar," katanya.

Dijelaskan Muzzammil, mengenai agenda idealis dan realistis, kuncinya terletak pada kebesaran jiwa dan kerendahan hati para pimpinan partai Islam untuk mengambil momentum emas yang hanya sekali dalam lima tahun.

"Secara psikologi politik dalam membangun koalisi seperti ini tidak boleh memunculkan persepsi partai politik Islam tertentu sebagai pelopornya melainkan lebih mengedepankan kebersamaan dalam posisi sejajar," tegas Muzammil.

Anggota Majelis Syuro PKS ini mengingatkan, waktu masih memungkinkan bagi kelima partai Islam tersebut duduk bersama hingga keluarnya hitungan resmi KPU.

Caranya, masih kata Muzammil, dimulai dengan kunjungan dan pembicaraan yang cair sebagai manifestasi ukhuwah Islamiyah. Jika agenda ini segera diinisiasi oleh tokoh partai Islam, “Saya kira Ormas Islam dan umat Islam bahkan bangsa Indonesia tentu akan mendukung agenda ini," katanya optimis.



Silakan Klik:


Share this article :

Posting Komentar