Senin, 10 Maret 2014

Home » » Prijanto Nilai Ahok Gila

Prijanto Nilai Ahok Gila

Istilah diPrijantokan sudah lama ada di rubrik umum Kompasiana, artinya diamankan, atau mulutnya di lakban

Mafaza-Online.Com|JAKARTA - Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto mengaku kesal dengan pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang berandai jadi Gubernur DKI. Kala itu, Basuki ditanya wartawan apabila menjadi Gubernur DKI Jakarta siapa yang akan dipilih menjadi wakilnya.

“Saya baca di media, Ahok menyatakan pasrah jika jadi Gubernur dan wakilnya dipilih oleh PDI Perjuangan. Lalu Ahok berkata ‘Pasti cocoklah kalau sama-sama bekerja untuk rakyat, pasti cocoklah. Kalau macam-macam, kita 'Prijanto'-kan, ha-ha-ha’, itu saya tanggapi bahwa saya tidak bekerja untuk rakyat,” ujar Prijanto di rumahnya, Jalan Otista III, Bidaracina, Jatinegara, Jakarta Timur, Ahad (9/3/2014).

Prijanto menjelaskan, siapapun yang membaca berita tersebut, bahkan anak SMA pun pasti berkonotasi negatif, baik dari seluruh Indonesia, maupun seluruh dunia, karena dimuat di media Online.

“Berarti dia sudah menganggap dirinya seperti Fauzi Bowo dan Wakilnya dari PDIP harus di Prijanto-kan. Ini kan gila,” ujarnya.

Prijanto menegaskan, istilah diPrijantokan sudah lama ada di rubrik umum Kompasiana, dengan akun pengunggah Go Teng Shin pada Mei 2013, dengan tulisannya berjudul “Ahok pesaing atau pesaing Jokowi”. Menurut Prijanto, penulis bernama Go Teng Shin itu mengeluarkan istilah diJusufKalla-kan dan diPrijanto-kan. Namun menurut Prijanto, Go Teng Shin cukup sopan dengan menjelaskan istilah diJK-kan berdasar dari hubungan SBY dengan JK, dimana akhirnya JK tidak difungsikan dengan baik. Sedangkan Go Teng Shin mengeluarkan istilah diPrijanto-Kan adalah diamankan, atau mulutnya di lakban.


“Tapi Ahok kan tidak, dia menyatakan seolah-olah saya ini tidak bekerja untuk rakyat, saya juga sudah saya telepon Ahok kemarin sore, saya kasih tau, dia juga sudah minta maaf, tapi saya nggak ngomong panjang lebar,” ujarnya.

Prijanto menegaskan, dirinya tidak masalah jika AHok berambisi jadi Gubernur, apalagi amanat konstitusi jika Jokowi mengundurkan diri maka ia otomatis menjadi Gubernur.

Namun Prijanto mengingatkan bahwa Ahok harus paham syarat-syarat menjadi pemimpin. “Mau siapapun jadi Gubernur harus punya 5 K, Karakter, Kapabilitas, Kapasitas, Kredibilitas dan Kepemimpinan. Jadi kalau tiadak punya itu, ya jangan lah jadi Gubernur,” katanya.

Ahmad Sabran|TRIBUNNEWS.COM



Silakan diklik:
Share this article :

Posting Komentar