Rabu, 26 Maret 2014

Home » » Ditolak Jadi Gubernur, Ahok: Suara PKS di DKI Berapa?‏

Ditolak Jadi Gubernur, Ahok: Suara PKS di DKI Berapa?‏

Para penolak beralasan, selama ini Ahok dikenal sebagai sosok yang sombong dan merasa paling pintar



Mafaza-Online.Com | JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama santai menanggapi survei Gerakan Pemuda Keadilan (Gema Keadilan), organisasi sayap Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Secara tidak langsung, ia menyarankan PKS agar pandai berkaca di internal partainya sendiri.

“Coba cek suara PKS di DKI. Kalau PKS di Jakarta 93% berarti benar klaimnya. Klaim terhadap saya,” ujar pria yang kerap disapa Ahok itu kepada wartawan di Balaikota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (25/03)/2014 dikutip GATRAnews.

Ahok tidak mempermasalahkan survei yang dilakukan organisasi sayap PKS tersebut. Ia menantang PKS untuk membuktikan validitas survei yang yang menyebutkan 93% warga DKI menolak dirinya.

“99% orang DKI tolak saya jadi gubernur kan? PKS berapa? 93% kan suaranya. Coba cek dulu lah,” tukas mantan Anggota Komisi II DPR RI dan politisi Partai Gerindra tersebut.

Gema Keadilan melakukan survei tentang kesiapan warga Jakarta menerima pengganti Jokowi. Mantan bupati Belitung Timur tersebut dinilai tidak memiliki kepribadian yang baik dan kurang santun dalam berkomunikasi.

“Kami menolak dengan tegas Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta. Kami sebagai anak muda Jakarta, tidak mau mendukung Ahok sebagai pengganti Jokowi,” kata Reynold dalam jumla pers di Galery Café, Cikini, Jakarta Pusat.

Penilaian terhadap Ahok dilakukan selama 1,5 tahun selama menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta mendamping Jokowi. Reynold membantah jika penolakan tersebut karena Ahok berasal dari etnis minoritas maupun berlandaskan SARA.

Sebagaimana diketahui, Kader muda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang terhimpun dalam Gerakan Pemuda (Gema) Keadilan, Garda Keadilan dan Benteng Muda PKS merilis temuan survey masyarakat yang menolak Gubernur DKI dijabat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) jika Joko Widodo (Jokowi) terpilih menjadi Presiden RI.

Hasilnya 93 persen menolak Ahok naik jadi Gubernur DKI dan hanya 7 persen yang setuju. Para penolak beralasan, selama ini Ahok dikenal sebagai sosok yang sombong dan merasa paling pintar.

ANTON R | HIDAYATULLAH.COM




Silakan klik: 
 


Share this article :

Poskan Komentar