Rabu, 01 Januari 2014

Home » » Perburuan Terduga Teroris: Dar Der dor Gerebek Tahun Baru

Perburuan Terduga Teroris: Dar Der dor Gerebek Tahun Baru

Propaganda untuk melegitimasi perburuan demi perburuan teroris

Mafaza-Online.Com|CIPUTAT - Kepala Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri, Kombes Polisi Anton Castelani memperkirakan, proses otopsi terhadap 6 jenazah terduga teroris selesai pada Kamis (02/01/2014). Keenam terduga teroris itu tewas ditembak dalam penggerebekan tim Densus 88 di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.
Menurut Anton, sejauh ini Tim Inafis baru bekerja memeriksa sidik jari dan odontologi (gigi geligi) 6 jenazah terduga teroris.

"Sekarang baru Tim Inafis yang bekerja," kata Anton di Rumah Sakit Raden Said Sukanto Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (1/1/2014).

Mengawali Tahun Baru

Terkait pengrebekan tersangka teroris di Ciputat, Harits Abu Ulya, Pemerhati Kontra Terorisme-CIIA menilai, sejatinya aparat telah menjadikan "terorisme" sebagai komoditi penting. Kecondongannya melestarikan dengan pola-pola penindakan yang kontraproduktif. Karena cara arogan yang eksesif dengan senjata itu akan memantik kebencian dan aksi balas dendam dalam beragam bentuk teror.

"Negara ini dzalim sekali,mengawali tahun 2014 dengan membunuh 6 orang secara demonstratif hanya karena tuduhan terduga teroris,” kata Harits.

Harits menambahkan, seperti halnya opini tentang ancaman teroris jelang natal, jelang tahun baru dan jelang pemilu itu semua adalah penguluran rentang waktu agar proyek melawan "terorisme" bisa berjalan kontinyu mengikuti momentum yang ada.

“Itu propaganda untuk melegitimasi perburuan demi perburuan teroris,” tegasnya.

Akal Sehat

Soal “puasa” komentar dari tokoh-tokoh Islam, Harits merasa sedih sekali, kemana para tokoh umat ini? Nyawa demi nyawa tumbang diujung senapan hanya karena dituduh teroris tanpa pernah ada pengadilan bagi mereka. Dimana orang-orang yang punya nurani dan akal sehat? Kenapa diam seribu basa?

“Apakah hanya dengan label tuduhan teroris kemudian menjadi sertifikat halal untuk membunuhnya?”

Kalau mereka sudah mati lantas bagaimana membuktikan kebenaran bahwa mereka terlibat aksi terorisme?



Silakan di Klik
Beli Sepasang : Manjakani dan Pasak Bumi Anda cukup Bayar Rp 60.000 bukan Rp 85.000


Share this article :

Posting Komentar