Kamis, 02 Januari 2014

Home » » Kronologi Penggerebekan Teroris Ciputat

Kronologi Penggerebekan Teroris Ciputat

Pasukan Densus 88 saat tiba di lokasi penggerebekan teroris di Jl Hasan Hasan Rt 05/ Rw 07, Kampung Sawah Lama, Ciputat, Tangerang Selatan, (31/12). | (Tempo/Aditia Noviansyah)

Polisi: Kami sudah berkomunikasi, meminta mereka menyerah tapi dibalas dengan tembakan

Mafaza-Online.Com | BANTEN - Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror sejak Selasa malam, 31 Desember 2013, menggempur rumah kontrakan yang dihuni 3 terduga teroris di Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Operasi penggerebekan yang dilakukan sejak pukul 19.00 kemarin belum juga selesai hingga pukul 05.00 pada Rabu, 1 Januari 2013.

Kepala Divisi Penerangan Masyarakat Markas Besar Kepolisian RI Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar menuturkan, operasi penggerebekan bermula ketika Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror, pada Selasa siang, sekitar pukul 14.00 meringkus Anton alias Septi di sebuah warung internet di Kemrajen, Banyumas, Jawa Tengah. Tersangka Anton merupakan Daftar Pencarian Orang kasus Bom Beji Depok pada 8 Agustus 2009 silam.

Tersangka Anton merupakan Daftar Pencarian Orang kasus Bom Beji Depok pada 8 Agustus 2009.

Anton terlibat dalam serangkaian aksi terorisme seperti bom di Vihara Ekayana di Duri Kepa, Kebon Jeruk Jakarta Barat pada 14 Agustus 2013, dan penembakan anggota polisi di Pondok Aren pada 16 Agustus 2013 lalu yang menewaskan dua anggota polisi.

Dia juga disinyalir terlibat dalam pembobolan kantor cabang Bank BRI di Panongan, Kabupaten Tangerang pada 24 Desember 2013, dan sempat meninggalkan tas berisi granat di sebuah warung makan dekat lokasi perampokan.

Dari tangan Anton, polisi menyita satu buah senjata rakitan berupa pen-gun berkaliber 38 mm dan sebilah bayonet. "Dari pemeriksaan Anton pula lah, polisi mengetahui tempat persembunyian anggota kelompoknya di Ciputat," kata Boy.

Berbekal pengakuan Anton, tim Densus 88 langsung bergerak ke Ciputat. Sekitar pukul 17.00 tim tiba di lokasi dan mulai mengevakuasi warga dan mengepung rumah terduga teroris. Baku tembak, menurut Takoe (45) warga yang tinggal 200 meter dari rumah terduga teroris baru dimulai pada sekitar pukul 19.00.
"Tapi sejak sore polisi memang sudah ramai berdatangan."

Takoe menuturkan, lokasi rumah kontrakan yang dihuni para teroris ini cukup terpencil dan sulit dijangkau. "Hanya motor yang bisa masuk, karena harus melewati empang dan kebun, di sekeliling rumah tersebut pun terdapat rumpun bambu yang sangat rimbun sehingga kondisi sekitar cukup gelap, jalan masuknya hanya satu."

Sepanjang Selasa malam hingga Rabu dini hari, rentetan tembakan terdengar beberapa kali, bersahutan di antara letusan kembang api perayaan pergantian tahun 2013 menuju 2014. Polisi dan kelompok teroris saling melepaskan tembakan.

"Kami sudah berkomunikasi, meminta mereka menyerah tapi dibalas dengan tembakan," ujar Boy.

Akibat baku tembak ini, seorang anggota Tim Densus 88 terluka terkena peluru yang ditembakkan polisi. (diolah dari TEMPO.CO)



Silakan di Klik:

Share this article :

Poskan Komentar