Jumat, 03 Januari 2014

Home » » BPS: Jumlah Penduduk Miskin Indonesia Naik 11,37 Persen

BPS: Jumlah Penduduk Miskin Indonesia Naik 11,37 Persen

Pertambahan penduduk yang miskin di desa lebih tinggi daripada warga kota. Kemiskinan lebih banyak dipengaruhi makanan

Mafaza-Online.Com | JAKARTA - Pada September 2013, jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 28,55 juta orang. Angka ini bertambah sebanyak 480 ribu orang (11,37 persen) dibandingkan angka pada Maret 2013, yakni 28,07 juta orang.

Kenaikan angka kemiskinan itu terjadi kota maupun desa. Di kota penduduk miskin bertambah 300 ribu orang, dari 10,33 juta orang menjadi 10,63 juta orang. Sementara di desa, orang miskin bertambah 180 ribu jiwa, dari semula 17,74 juta jiwa menjadi 17,92 juta orang.

Angka-angka itu diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin di Gedung BPS, Jakarta, Kamis (2/1).

Suryamin menambahkan, dalam periode yang sama persentase jumlah penduduk miskin di perkotaan dan pedesaan juga meningkat. Di perkotaan, persentasenya naik dari 8,39 persen menjadi 8,52 persen. Sementara persentase penduduk miskin di pedesaan juga meningkat, dari 14,32 persen menjadi 14,42 persen.

Menurutnya, orang masuk kategori miskin lebih banyak disebabkan makanan. Hal lain seperti perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan menjadi faktor berikutnya. Sumbangan makanan terhadap garis kemiskinan pada September 2013 tercatat sebesar 73,43 persen. "Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan kondisi Maret 2013 yang sebesar 73,52 persen," katanya.

Adapun komiditi makanan yang mempengaruhi garis kemiskinan relatif sama antara perkotaan dan pedesaan. Komoditi itu antara lain, beras, rokok kretek  dan filter, telur ayam ras, mie instan, gula pasir, tempe, dan bawang merah. Sedangkan untuk komoditi bukan makanan, yang paling berpengaruh adalah biaya perumahan, listrik, pendidikan, dan transportasi.

Pada periode Maret - September 2013, Indeks Kedalam Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan juga menunjukkan peningkatan. "Ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk cenderung menjauh dari garis kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran penduduk miskin melebar," kata Suryamin. (jurnalparlemen)


Silakan di Klik
Beli Sepasang : Manjakani dan Pasak Bumi Anda cukup Bayar Rp 60.000 bukan Rp 85.000
Share this article :

Posting Komentar