Sabtu, 07 Desember 2013

Home » » Wakil Ketua MPR: Yang Kita Pegang Pernyataan Kapolri, Bukan Bawahannya

Wakil Ketua MPR: Yang Kita Pegang Pernyataan Kapolri, Bukan Bawahannya

Polwan Berjilab | Tempo.Co
Wakapolri Jangan Bikin Polemik soal Polwan Berjilbab

Mafaza-Online.Com | Jakarta - Wakil Ketua MPR RI Hajriyanto Yasin Thohari menyesalkan pernyataan kontroversial Wakapolri Komjen Oegroseno tentang rencana pemberlakuan seragam dinas jilbab bagi polwan.

Hajriyanto berharap Oegroseno tak bikin polemik dan menganulir keputusan Kapolri yang membolehkan polwan berjilbab. Setelah Kapolri membuat kebijakan, bawahan tinggal menjalankan teknisnya.

"Yang harus dipegang adalah Kapolri yang sudah mengambil keputusan dan mengumumkannya kepada publik. Ingat, pemimpin itu kalau ngomong cukup sekali, jangan berubah-ubah. Ungkapan Jawa mengatakan, sabto pandito ratu datan keno wola-wali," kata Hajriyanto, di Jakarta, Jumat (6/12).

Hajriyanto mengimbau publik untuk tak terpancing pernyataan Oegroseno. "Yang kita pegang pernyataan Kapolri, bukan bawahannya," katanya.

Sebelumnya, Oegroseno mengatakan bahwa polwan yang sudah kebelet berjilbab sebaiknya mengajukan pindah tugas ke Nanggroe Aceh Darussalam. Ia juga menegaskan, pihaknya belum menentukan desain seragam khusus berpadu jilbab bagi polwan.

Dalam Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi Tahun 2013 di Balai Kartini Jakarta, Rabu (4/12) ia juga mengatakan bahwa kebijakan seragam polwan berjilbab harus didukung aturan yang jelas.

"Peraturan Kapolri soal polwan berjilbab kan belum ada. Kalau tidak ada aturannya pakai aturan apa. Sekarang begini sajalah, kalau polisi tidak punya ketentuan, bagaimana dong? Itu semua pakai aturan, kalau tidak diatur boleh tidak? Ya tidaklah," tegasnya.

Silakan di Klik:

MOP di Dusun Talun Pada Oktober 2013 lalu, Mafaza-Online Peduli menyalurkan bantuan Pakaian Layak Pakai (PALAPA) ke Dusun Talun Secang Magelang. MOP Adalah dana yang dihimpun dari pembaca. Untuk membantu dakwah Islam. 
Share this article :

Poskan Komentar