Sabtu, 21 Desember 2013

Home » » Tanggapan JAT Atas Kunjungan Syaikh Asal Timur Tengah, ke Nusakambangan

Tanggapan JAT Atas Kunjungan Syaikh Asal Timur Tengah, ke Nusakambangan

Kepala BNPT Ansyaad Mbai, Wakil Menteri Agama Nassarudin Umar bersama tiga ulama Timur Tengah Syekh Ali Hasan al-Khalaby, Syekh Najih Ibrahim, dan Syekh Hisyam al-Najjar berfoto bersama di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Sabtu (7/12/2013). | (Foto: arrahmah.com)

Sebuah kebohongan yang diulang-ulang secara terus menerus, akan diterima sebagai sebuah “kebenaran”

Mafaza-Online.Com | JAKARTA - Setelah membaca harian Kompas terbitan Jum’at, 13/12/2013, pihak Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) merasakan kerancuan atas berita Kompas tersebut, demikian Ust. Nanang Ainur Rofiq, selaku Juru Bicara JAT menanggapi pemberitaan Kompas.  Pemberitaan tersebut menyebutkan bahwa, BNPT menghadirkan Syaikh dari Timur Tengah, antara lain Syaikh Ali Al-Halaby asal Yordania dan syaikh Najih Ibrahim asal Mesir, dengan misi deradikalisasi bagi para napi terorisme.

“Pada Selasa, 17/12/2013, JAT berinisiatif tabayyun (konfirmasi) dengan bertanya langsung kepada beberapa ustadz di LP Pasir Putih Nusakambangan, antara lain Ust Abu Husna dan kawan-kawan,” kata Nanang Ainur Rofiq melalui rilis yang dikirim ke redaksi Mafaza-Online.Com.

Dari kawan-kawan di Nusakambangan tadi, masih kata Nanang, JAT mendapat penjelasan yang merupakan tanggapan atas kehadiran dan kunjungan syaikh-syaikh tersebut.

“Kawan-kawan meyakini berdasarkan hadist-hadist Rasulullah saw, selain ulama warosatul Anbiya’ yang juga disebut sebagai ulama robbaniyyin, ada juga ulama’ suu’, ulama suu’ adalah ulama yang rajin mengetuk pintu-pintu Sulthan (penguasa zhalim), menjadi pemuja dan duta mereka demi melestarikan kekuasaan dan menutup-nutupi kedzaliman mereka, ulama jenis kedua ini disebut oleh ustadz Abu Bakar Ba’asyir sebagai ulama syaithoniyyin,” ungkap Nanang.

Dalam pandangan mereka, seperti disampaikan dalam rilis, Syaikh Ali Al Halaby asal Yordania adalah seorang intelektual yang ‘culas’ karena selalu memotong-motong fatwa ulama Salafus Shalih, mengambil bagian-bagian yang dianggap sesuai dengan tujuan pribadi beliau dan membuang potongan selebihnya.

“Para ulama di Saudi pun telah menolak pandangan-pandangan beliau dan memberinya gelar dengan menyebutkan sebagai Murji’ah,” tegas Nanang. 

Sungguh buruk nasib kaum muslimin Yordania bila seorang ulama semacam beliau dijadikan sebagai ulama yang punya otoritas. Lebih jelasnya, silahkan membaca buku Tabshiriil Uqala Bi Talbisaati Ahlit Tajahhum wal Irja’ yang ditulis oleh syaikh Abu Muhammad ‘Ashim Al-Burqowi Al Maqdisy, yang sudah diterjemahkan oleh ustadz Abu Sulaiman Aman Abdurrahman dengan judul: “Salafi Pengkhianat Salafus Shalih.”

Sedang Syaikh Najih Ibrahim asal Mesir adalah buah deradikalisasi pemerintahan Husni Mubarak, Mesir, yang dikenal kejam dan bengis sehingga banyak ulama’ yang ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara dengan penyiksaan yang  mengerikan.

Sehingga banyak dari mereka yang ‘tanazul’ yaitu beralih manhaj dari Salamatul Manhaj menjadi Manhajus Salamah. Beralih dari berjuang demi keselamatan Islam menuju perjuangan demi keselamatan diri dan kelompoknya.

Sehingga ustadz Abu Rusydan pun menyebutkan bahwa, Syaikh Najih Ibrahim ini tidak lebih dari Ar-Rojjal bin Unfuwah orang yang disebut oleh Rasulullah saw bahwa  di Neraka Jahannam, gerahamnya lebih besar dari pada gunung uhud. Wal iyyadu billah.

Dalam pandangan Nanang, BNPT yang menghadirkan mereka ke Nusakambangan dengan missi deradikalisasi terus menerus (menurut kompas), adalah sedang mempraktekkan teori Hitler yaitu “Sebuah kebohongan yang diulang-ulang secara terus menerus, akan diterima pada akhirnya sebagai sebuah kebenaran”.

“Misi seperti itu hanya bisa mempengaruhi sedikit orang awam, tapi para mujahidin yang dituduh sebagai teroris oleh Yahudi dan Nasrani adalah para pemuda Islam yang telah memilih jalan Allah dan Rasul Nya, dengan ilmu, kesadaran dan tawakkal,” terangnya.

Ulama-ulama seperti tersebut di atas dengan mudah difasilitasi untuk mengunjungi para napi terorisme dimana saja, namun sebaliknya orang-orang yang dikenal sebagai ulama Robbany yang konsisten dengan jalan Da’wah dan Jihad fi sabilillah selalu dipersulit, digagalkan dan dieliminir, seperti syaikh Dr. Usamah Al-Malwahi As-Suri. Ulama mujahid Suriah, telah mencoba berkali-kali minta diizinkan mengunjungi ustadz Abu Bakar Ba’asyir di Nusakambangan dan menunggu berbulan-bulan di Jakarta, namun di tolak mentah-mentah oleh pemerintah RI.

Pandangan-pandangan Syaikh tadi terhadap Jihad fi Sabilillah yang mendramatisir berbagai korban yang sifatnya kemanusiaan, dampak-dampak buruk bagi da’wah Islam dan hubungan internasional, juga statemennya bahwa orang-orang (wisatawan) asal Amerika dan Australia bukanlah infiltrans dan lain-lain.

“Ini merupakan pengakuan secara tidak langsung dari para syaikh tersebut, untuk missi apa dan siapa yang membayar kedatangan mereka di Nusakambangan,” ungkap Nanang.

Mereka, masih kata Nanang, pura-pura tidak tahu apa pekerjaan para turis asing itu di Indonesia dan negeri-negeri muslim lainnya, bahwa mereka adalah tentara yang cuti dari medan perang di Afghanistan, Iraq, Somalia, Yaman. Mereka mungkin memang tidak tahu bahkan ada di antara mereka yang masuk Islam dan menikah dengan muslim di Indonesia.

Menanggapi pandangan tentang thagut, Syaikh menyatakan bahwa thaut adalah syetan, itu benar berdasar atsar Umar bin Khattab, tapi lebih jelasnya Allah menyatakan bahwa syaiton ada jin dan manusia (QS Al-An’am [06] : 112).

“Secara bahasa syaithon – yusyaitinu artinya menyimpang yaitu siapa yang menyimpang dari jalan Allah dan sunnah Rasul-Nya itu syetan orang yang mengaku muslimpun jika menyeru manusia untuk menyimpang dari jalan Alloh adalah syetan, apalagi orang yang jelas kekafirannya, dia adalah syetan dan thagut,” pungkas Nanang.



Silakan di Klik:

 
Rp.55.000,-* Madu Manjakani, kaya akan tannin untuk mengencangkan otot-otot kewanitaan, vitamin A dan C serta kalsium, protein serta astrigen untuk menghilangkan bakteri penyebab keputihan, serta menambah kerapatan organ intim.
Share this article :

Posting Komentar