Jumat, 06 Desember 2013

Home » » Soal Jilbab Polwan, Kepemimpinan Kapolri Diuji

Soal Jilbab Polwan, Kepemimpinan Kapolri Diuji

Polisi sebagai aparatur seharusnya mengayomi dan memberikan kenyamanan dan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat yang mayoritas muslim

Mafaza-Online.Com | JAKARTA - Penundaan penggunaan jilbab bagi Polwan menuai pro dan kontra. Kapolri yang sebelumnya sudah membolehkan Polwan mengenakan jilbab, dalam waktu singkat langsung mengubah statemennya menjadi menundanya. Raihan Iskandar, anggota Komisi VIII DPR RI dari fraksi PKS menyatakan bahwa dalam masalah ini, kepemimpinan Kapolri diuji, Rabu (4/12).


“Karakter kepemimpinan dan manajemen Kapolri benar-benar diuji di sini. Belum seumur jagung statemennya sudah berubah. Yang tadinya membolehkan jilbab bagi Polwan, tiba-tiba berubah menjadi menundanya,”ujar Raihan.

Raihan menambahkan bahwa Kapolri dan polisi harus berubah ke arah yang lebih baik dengan peningkatan ketaqwaan. Apa lagi ini negeri yang jumlah muslimnya mayoritas terbesar di dunia. Polisi sebagai aparatur seharusnya mengayomi dan memberikan kenyamanan dan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat yang mayoritas muslim.

“Menurut saya fleksibel sajalah. Memakai jilbab itu adalah kewajiban dalam agama dan hal ini sekaligus menjadi hak asasi warga Negara yang dilindungi oleh UUD 1945. Alasan penundaan seperti ketidakseragaman sangatlah tidak sesuai dengan kondisi kekinian dan terkesan sangat teknis. Masa sih sebuah keyakinan ditunda gara-gara persoalan teknis? Polisi seharusnya memahami hak-hak sipil seperti itu. Sangat diperlukan kebijakan yang arif dari Kapolri,” imbuh Raihan.


MOP Salurkan Bantuan di Dusun Talun, Magelang
Share this article :

Poskan Komentar