Kamis, 03 Oktober 2013

Home » » Pembatasan Besuk untuk Ba’asyir

Pembatasan Besuk untuk Ba’asyir

Keluarga Menilai, Perlakuan Zalim terhadap Ustadz Ba’asyir terkait Sentimen Agama
Mafaza-Online.Com | CILACAP - Masih terkait perlakuan zalim LP Pasir Putih Nusakambangan, Cilacap atas pembatasan besukan terhadap ustadz Abu Bakar Ba’asyir, pihak keluarga mengecam hal tersebut.

Ustadz Abdul Rochim Ba’asyir menilai perlakuan zalim terebut merupakan bentuk sentimen agama.

“Ini sikap sentimen agama,” ujarnya putra ustadz Abu Bakar Ba’asyir ini saat dihubungi dari ujung telepon, Rabu (2/10/2013).

Ustadz Iim, sapaan akrabnya, melihat bahwa faktanya orang-orang Kristen begitu diberikan kemudahan untuk membesuk beramai-ramai. Bahkan melakukan kebaktian di gereja dalam sel.

“Waktu saya ke sana, saya lihat sendiri orang-orang Kristen itu begitu mudahnya masuk. Mereka bisa kebaktian di gereja di dalam sel beramai-ramai. Tetapi kita, mau shalat di masjid dalam saja dilarang. Bahkan mereka saya duga juga boleh-boleh saja membawa alat-alat elektronik ke dalam, diantaranya kalau saya tidak salah lihat itu tablet,” jelasnya.

Ia menilai apa yang dialami oleh ayahnya tersebut merupakan bagian dari penyiksaan yang dilakukan aparat terhadap ustadz yang sudah sepuh sepertinya.

“Iya, sepertinya ada penyiksaan secara psikologis terhadap ustadz Abu Bakar Ba’asyir, ini yang harus diungkap,” ujarnya.

Ustadz Iim menambahkan, pihak keluarga sudah menghubungi Tim Pengacara Muslim terkait berbagai perlakuan zalim dari mulai pelarangan buku-buku yang dilarang masuk hingga pembatasan besukan.

“Insya Allah TPM akan bereaksi,” imbuhnya.

Silakan di Klik:
Share this article :

Poskan Komentar