Jumat, 18 Oktober 2013

Home » » Hidayat: 3000 Persen Publik Tunggu Hasil Investigasi Istana Tentang Bunda Putri

Hidayat: 3000 Persen Publik Tunggu Hasil Investigasi Istana Tentang Bunda Putri

Keputusan untuk tidak mengungkap hasil investigasi itu justru akan menimbulkan kecurigaan publik

Mafaza-Online.Com | JAKARTA – Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bidang Kebijakan Publik, Hidayat Nur Wahid, menyesalkan keputusan istana untuk tidak mengungkapkan hasil investigasi tentang Bunda Putri kepada publik. “Padahal, publik sangat ingin mengetahui identitas sosok yang telah membuat Presiden SBY marah besar karena disebut dekat dengan dirinya tersebut,” kata Hidayat.

Sebagaimana diberitakan,  Jubir Presiden,  Julian Aldrin Pasha menyampaikan bahwa pihak istana tidak akan mengungkap identitas Bunda Putri ke publik. Informasi tentang Bunda Putri dari hasil kerja intelijen hanya ditujukan sebagai konsumsi internal pihak Istana.  Menurut Hidayat, keputusan untuk tidak mengungkap hasil investigasi itu justru akan menimbulkan kecurigaan publik. 

"Padahal 3.000 persen publik menunggu hasil investigasi dari Presiden.  Jika tidak diungkap, ini justru akan menimbulkan kecurigaan relasi Bunda Putri dengan beberapa pihak di Istana," tegas Hidayat yang juga Ketua Fraksi PKS DPR RI ini.

Hidayat sendiri masih belum sepenuhnya yakin apakah SBY memang tidak akan mengungkapkan identitas Bunda Putri. Apalagi, kali ini yang menyampaikan informasi tentang tidak akan diungkapkannya hasil investigasi itu hanyalah seorang juru bicara.

Sementara, saat menyampaikan bantahan atas keterangan Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) di persidangan, SBY menyampaikannya sendiri. Bahkan dengan kemarahan yang meluap-luap, SBY menyebut LHI 1000 hingga 2000 persen bohong. 

Hidayat juga bertanya, Kenapa kali ini hanya jubir presiden yang menyampaikan informasi pembatalan? Apakah itu perintah Pak SBY atau manuver Julian sendiri. “Bagusnya Pak SBY saja yang menumumkan supaya clear," tandas Hidayat.


Silakan di Klik:


 



Share this article :

Posting Komentar