Senin, 09 September 2013

Home » » Tragedi Mesir, Perjuangan Politik Pun Berujung Darah

Tragedi Mesir, Perjuangan Politik Pun Berujung Darah

Meski Bashar Assad berkoar-koar anti Israel tak ada satu butir pun peluru dari pemerintahan Assad mendarat disana

Mafaza-Online.Com|JAKARTA – Melihat konflik tak berujung yang dialami oleh umat Islam, khususnya kaum muslimin di Timur Tengah, Garuda Keadilan mengadakan Talkshow Suriah-Mesir Terkini yang bertajuk “Mengokohkan Ukhuwah Islamiyah di Bumi Para Anbiyaa”.

Talkshow yang digelar di kantor DPP Partai Keadilan Sejahtera di Jalan TB Simatupang Jakarta Selatan, pada Sabtu (07/09) berlangsung menarik.

Sekjen Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI), Angga Dimas Pershada sebagai salah satu pembicara menyampaikan bahwa saat ini banyak kalangan yang masih melihat sebelah mata atas tragedi Suriah karena mereka menganggap Syiah merupakan bagian dari mazhab yang ada dalam Islam.

“Selama ini orang-orang awam banyak yang terpukau, bahkan sekaliber aktifis kampus pun menyanjung Iran yang berseberangan dengan Barat bahkan Israel,” tuturnya di hadapan para audiens.

“Padahal, aslinya justru Iran berpelukan dengan mereka. Tidak ada satu butir peluru pun yang singgah di wilayah Israel,” ujar relawan yang beberapa kali berkunjung ke Timur Tengah bahkan saat konflik di Suriah telah memanas.

Angga menegaskan satu fakta menarik yang perlu disimak, meski Bashar Assad berkoar-koar anti Israel tak ada satu butir pun peluru dari pemerintahan Assad mendarat disana. Padahal, secara teritorial Damaskus itu berdekatan dengan Israel. Bahkan, Dataran Tinggi Golan diserahkan secara cuma-cuma kepada Israel

Di depan kader-kader dan aktifis Partai Keadilan Sejahtera, Angga menuturkan bahwa menurut dalil-dalil syar’i, Suriah masuk wilayah Syam yang diberkahi Allah dan Rasul-Nya. Sebab itu, kepedulian umat Islam terhadap wilayah-wilayah yang tertindas harus diberikan perhatian yang sama.

“Gak ada yang banding-bandingkan ini pro Palestina, ini pro Mesir, ini pro Suriah. Tapi, bersikap adillah!” tegasnya.

Menyinggung soal kudeta militer terhadap Presiden Mohammad Morsi pada 3 Juli lalu, Angga memandang bahwa ada persamaan di antara mereka yang sama-sama kuat keterkaitannya secara khusus dengan organisasi Ikhwanul Muslimin maupun umat Islam secara umum.

“Kita ini umat yang satu. Mesir itu ikhwani (saudara saya, red), begitu juga Suriah statusnya juga ikhwanii,” ujar Angga seraya mengajak para hadirin untuk berbagi kepedulian.

Menyikapi sebagian kalangan yang tak setuju bila kaum muslimin Mesir mengangkat senjata, ia menanggapi hal itu dengan tegas mengatakan bahwa justru dengan mengangkat senjata dan berjihad karunia Allah Swt akan turun.

” Saya takut justru dengan tidak angkat senjata, bangsa Mesir dicap maksiat kepada Allah,” pungkasnya.

Ia kemudan mengutip Surat Al-Baqarah: 190 yang artinya:

“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS 2:120).

Terakhir, soal anggapan yang selama ini dilontarkan sebagian pihak bahwa berjuang melalui jihad banyak mudharatnya karena banyak korban dan darah tertumpah, sementara melalui jalur politik lebih soft dan tidak menumpahkan darah, menjadi terbantahkan oleh tragedi Mesir. Ternyata berjuang melalui jalur politik pun berujung pada penumpahan darah kaum muslimin.

Seraya mengutip sebuah hadits Nabi SAW, “Apabila kita telah berjual beli dengan cara ‘inah, sibuk mngikuti ekor sapi, ridho dengan pertanian dan meninggalkan jihad (perang), maka Alloh akan timpakan kehinaan, tidak akan diangkat kehinaan itu sampai kita kembali kepada agama kita.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud.

Acara yang dimoderatori oleh Said Khudry itu akhirnya selesai sekira pukul 05.00 sore. (kiblat.net)


MAFAZA-STORE Lengkapi Kebutuhan Anda
Share this article :

Posting Komentar