Sabtu, 07 September 2013

Home » » Selain Solaria, 7 Restoran Populer Ini Belum Bersertifikat Halal

Selain Solaria, 7 Restoran Populer Ini Belum Bersertifikat Halal

Kehalalannya itu harus dibuktikan dengan sertifikat halal

Mafaza-Online.Com|JAKARTA - Belum lama ini umat muslim di Indonesia dihebohkan dengan kabar yang beredar di BlackBerry Messenger (BBM) dan media sosial tentang ketidakhalalan restoran Solaria. Bagaimana tanggapan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI)?

Pada konferensi pers di gedung MUI Rabu (04/09/13), Direktur LPPOM MUI Ir. Lukmanul Hakim, M.Si. mengklarifikasi isu tersebut.


"Nama-nama restoran yang beredar lewat BBM itu memang belum bersertifikat halal. Kami tidak menjamin kehalalannya," ujarnya.

Lukmanul menyebut nama restoran dan kafe yang dimaksud, yakni Solaria, J.Co Donuts & Coffee, Breadtalk, Rotiboy, Papa Ron's Pizza, Baskin-Robbins, The Coffee Bean & Tea Leaf, serta Starbucks.

Salah satu awak media menanyakan tanggapan MUI mengenai Solaria yang mengklaim produknya halal meski belum memiliki sertifikat halal. "Kehalalannya itu harus dibuktikan dengan sertifikat halal. Kami tidak tahu apakah mereka sudah mengajukan aplikasi ke LPPOM MUI DKI Jakarta, tapi seharusnya restoran nasional seperti itu mengajukan langsung ke LPPOM MUI Pusat. Kami sendiri belum menerima pengajuannya," jelas Lukmanul.

Dr. HM. Asrorun Ni'am Sholeh, MA, Sekretaris Komisi Fatwa MUI, menekankan kembali definisi 'halal'. "Halal itu terminologi agama, bukan ilmiah. Bukan materinya saja yang harus halal, tapi prosesnya juga. Proses yang tidak halal akan menghasilkan output yang tidak halal pula. Karena itulah diperlukan audit," tutur Ni'am.

MUI mengimbau restoran yang belum bersertifikat halal untuk segera mengajukan sertifikasi halal sebagai bentuk perlindungan kepada konsumen muslim. "Tidak adil jika restoran mengambil keuntungan dari konsumen muslim tapi tidak menjamin kehalalan produknya," kata Ni'am.

Meski demikian, LPPOM MUI tidak bisa memaksakan restoran untuk bersertifikat halal karena tak ada payung hukum yang mewajibkannya.

Ni'am mengingatkan umat Islam untuk selalu mengonsumsi makanan halal dan thoyyib. "Di antara halal dan haram ada syubhat, yakni makanan yang tidak jelas halal atau haramnya. Kita bertanggung jawab menjauhinya hingga ada kejelasan," tegas Ni'am. (detikfood)


MAFAZA-STORE Lengkapi Kebutuhan Anda 

MafazaOnline Peduli (MOP)MOP Adalah dana yang dihimpun dari pembaca. Untuk membantu dakwah Islam.

Mari bersinergi, Kirim bantuan melalui
Bank Muamalat Norek: 020 896 7284
Syariah Mandiri norek 069 703 1963.
BCA norek 412 1181 643
a/n Eman Mulyatman

Setelah transfer kirim sms konfirmasi ke 0878 7648 7687 Dengan format: Nama/Alamat/Jumlah/Bank/Peruntukkan (Pilih salah satu)
1. Desa Binaan 2. Motor Dai 3. Peralatan Shalat
4. Wakaf Al-Qur’an 5. Beasiswa 6. Dunia Islam

Syukran Jazakumullah Khairan Katsira

Klik Juga

Qurban di Daerah Rawan Pemurtadan
Share this article :

Posting Komentar