Rabu, 15 Mei 2013

Home » » Pasar Malam Cimanggis, tak Perlu Menunggu Pagi

Pasar Malam Cimanggis, tak Perlu Menunggu Pagi

Memilih belanja di pasar malam, sebab barang masih segar, sehingga lebih mudah disimpan juga digunakan

Oleh: Iit Ozora*
Berbeda dari pasar tradisional biasanya yang memulai aktivitas jual-beli sejak pagi hingga sore, pasar Cimanggis justru baru buka pada sore. Aktivitasnya berlangsung hingga pagi, tepatnya pukul 17.00-06.00 WIB. Terletak di antara Pamulang dan Ciputat, Tangerang Selatan, membuat pasar ini cukup strategis bagi para pembeli. Tak heran meski dibuka malam hari, tempat ini tetap ramai, tak berbeda dengan pasar-pasar di pagi hari.                            Barang-barang yang dijual juga tak kalah dengan pasar biasanya. Beragam buah-buahan, sayur, ikan, ayam, bumbu dapur, dan lain-lain tersedia di sini. Uniknya, untuk urusan harga di pasar ini seragam. Harganya bisa serupa sebab, beberapa pedagang mengaku, mendapatkan barang dagangan dari sumber yang sama. “Pasar Cimanggis ini memang sudah lama dibuka malam, saya sendiri sudah empat tahun jualan di sini,” tukas Sabariyah, salah satu penjual ayam potong.

Menurut perempuan asal Klaten yang sebelumnya berjualan di pasar Palmerah dan Ciputat ini, merasa cukup aman mengais rejeki di sini. Sebab meski pun ia seorang diri bekerja di pasar malam ini, namun banyak tim keamanan yang melindungi. Setiap bulan para pedagang membayar uang keamanan, kepada tim keamanan pasar. “Jadi kami santai saja,” tambahnya.    Sedikit bercerita, ibu enam anak ini mengungkapkan alasannya memilih berdagang di pasar Cimanggis. Sabariyah pernah di Pasar Ciputat, pindah ke sini karena suami sakit keras. Sehingga perlu selalu dirawat dan dijaga. Kalau  dagang pagi sampai sore, maka tidak bisa maksimal menjaga suami, sebab anak-anaknya sudah menikah, dan ada yang di pesantren. “Makanya saya pindah berjualan malam, agar bisa merawat suami,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.                                                Kendati menjadi tulang punggung tunggal keluarga, Sabariyah tetap bersemangat. Senyumnya terus berkembang saat melayani pembeli. Bila tak ada pembeli, ia mengobrol dengan para penjual lain seraya tertawa.                

Berbicara tentang pembeli, jam 08.00 malam hingga 02.00 pagi adalah waktu paling ramai. Biasanya, pukul 08.00-10.00 malam didominasi ibu rumah tangga yang mencari bahan makanan untuk dimasak pagi hari. Sisanya sampai pagi, pembeli kebanyakan dari tukang sayur keliling pagi dan penjual yang membuka warungnya saat pagi atau siang.                “Setiap penjual di sini biasanya punya pelanggan setia. Tukang bubur ayam pagi, tukang warteg, dan lainnya sering beli ayam dari saya,” tukas Sabariyah.

Kebanyakan para pembeli memilih belanja di pasar malam, sebab barang masih segar, sehingga lebih mudah disimpan juga digunakan.                                 “Setiap hari saya belanja di pasar ini untuk kebutuhan warteg saya. Seringkali kalau tiba-tiba bahan habis, ya langsung mencari bahan di sini,” ujar Sri salah satu pembeli.   

Menurut Sri, bila belanja di pasar tradisional biasa akan lebih repot, sebab ia harus membeli bahan dagangan sekaligus, sehingga lebih banyak dan susah membawanya.             Pasar malam Cimanggis merupakan salah satu pilihan tempat belanja selain pasar tradisional lainnya. Jadi bila tiba-tiba Anda membutuhkan sayur atau daging ayam saat malam, Anda bisa datang ke sana, dan mendapatkannya dengan mudah. Tentunya tak perlu menunggu pagi.

*Santri Majelis Jurnalistik
http://mafaza-online.blogspot.com/2013/01/nasi-jagung-manglie-solusi-untuk.html

Share this article :

Poskan Komentar