Senin, 22 April 2013

Home » » Rizal Ramli: Bulog Jangan Hanya Urusi Beras

Rizal Ramli: Bulog Jangan Hanya Urusi Beras

MafazaOnline-JAKARTA-Mantan kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Rizal Ramli minta pemerintah segera meningkatkan peran dan fungsi Bulog agar tidak hanya mengurusi beras. Lewat revitalisasi dan reposisi, Bulog bisa menangani produk pangan lain, seperti gula, kedelai, jagung, dan daging sapi. Kebijakan ini bisa menanggulangi dominasi kartel yang selama ini sangat merugikan negara dan rakyat Indonesia.
“Sebaiknya Bulog juga diberi wewenang mengurusi gula, jagung, kedelai, dan daging sapi.  Ini bukan monopoli, tapi hanya untuk stabilisasi harga,” ujar Rizal Ramli usai bertemu Kepala Bulog, Sutarto Alimoeso, di Jakarta, Kamis (18/04)

Reposisi Bulog, masih kata Rizal Ramli, justru untuk mengurangi dominasi pengusaha-pengusaha yang beroperasi bagai kartel di sejumlah komoditas tertentu. Lagi pula, dengan perluasan peran dan fungsi ini, Bulog akan memperoleh pendapatan lebih baik sehingga bisa mengurangi subsidi pemerintah. “Bahkan tidak mustahil Bulog bisa membiayai program raskin tanpa harus membebani APBN,” jelas Rizal.

Di sisi lain, Rizal Ramli yang juga mantan Menko Perekonomian ini mengakui, Bulog pernah punya rekam jejak buruk di masa silam. Di masa Orde Baru, Bulog adalah sarang korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) serta mesin uang untuk kepentingan penguasa. Kendati Kepala Bulog silih berganti, peran seperti itu kembali terus berulang. Akibatnya, hampir semua Kepala Bulog pernah masuk penjara. Boleh dikatakan hanya Jusuf Kalla dan Rizal Ramli yang tidak bermasalah dengan hukum.

Ketika kirisis moneter 1998, International Monetary Fund (IMF) memaksa pemerintah Indonesia memangkas banyak fungsi Bulog dalam hal stabilisasi harga, dan hanya diberikan wewenang untuk mengurusi beras. Namun dalam perjalanannya, ternyata diamputasinya wewenang Bulog itu telah menimbulkan kartel-kartel baru di komoditas gula, kedelai, jagung, dan daging sapi. Mereka sangat leluasa memainkan harga hingga di atas 100% di atas harga internasional yang sangat merugikan rakyat.

“Saya pernah menjadi Kabulog periode 2000-2001. Waktu itu Bulog berhasil saya benahi hingga menjadi transparan dan sangat efisien. Setelah masa saya Bulog memang sempat mengalami hal-hal buruk. Tapi saya yakin, Bulog di bawah Pak Sutarto sekarang sudah jauh lebih baik. Dengan menerapkan good corporate governance dan transparansi, Bulog kini bisa diberi kepercayaan untuk juga menangani komoditas selain beras. Gula, jagung, kedelai, dan daging sapi adalah beberapa komoditas yang selama ini dimainkan harganya oleh kelompok Kartel,” papar Rizal Ramli yang juga mantan Menteri Keuangan.

Menanggapi kunjungan Rizal Ramli, Sutarto mengatakan, “Kunjungan Pak Rizal Ramli kali ini bagi saya bukan sekadar senior yang menjenguk yuniornya. Saya memaknai kunjungan ini sekaligus sebagai dukungan atas kinerja Bulog yang kini makin lebih baik.”

Sutarto juga sangat mengapresiasi gagasan Rizal Ramli untuk  mereposisi Bulog agar bisa menangani komoditas selain beras. Dengan dukungan Seniornya dan kepercayaan dari pemerintah, “Bulog siap meningkatkan peran dan fungsinya dalam menjaga stabilitas harga beras dan sejumlah komoditas pangan,” ungkap Sutarto.

Dia menambahkan, sejak beberapa waktu terakhir, Bulog sudah mengubah paradigma. Kalau dulu hanya menunggu, kini menjemput bola. Paradigma lama Bulog ibarat kapal pesiar, kini kapal niaga. Dulu sebagai pegawai bahkan birokrat, kini berubah jadi entrepreneur.  Itulah sebabnya Sutarto yakin, Blog kini siap meningkatkan peran dan fungsinya untuk menangani komoditas lain di luar beras, yaitu kedelai, gula, jagung, dan daging sapi.

Rizal Ramli yang dinobatkan sebagai calon presiden alternatif versi The President Centre ini berpendapat, guna merealisasikan gagasan reposisi dan revitalisasi Bulog tersebut, tidak diperlukan UU khusus. Sebab, akan memerlukan proses panjang dan waktu lama jika harus diterbitkan UU baru.

Sehubungan dengan itu, Rizal  mendesak segera diterbitkannya Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur reposisi Bulog. Dalam waktu dekat dia juga akan segera  menemui Menteri Perdagangan dan Menteri Pertanian terkait reposisi peran Bulog tersebut.

“Sebab, biar bagaimana pun harus ada koordinasi dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian agar rencana ini bisa segera direalisasikan,” ungkap penasihat ahli Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) ini. 



Kesabaran Rakyat Gaza Teladan Pembinaan Karakter Siswa

Share this article :

Posting Komentar