Minggu, 21 April 2013

Home » » Bisa Murtad! Aksi Video Pelecehan Ibadah Shalat Yang Di lakukan Oleh Siswi SMA

Bisa Murtad! Aksi Video Pelecehan Ibadah Shalat Yang Di lakukan Oleh Siswi SMA

Surahman Hidayat, Anggota Komisi X DPR RI
MafazaOnline-Jakarta-Baru-baru ini beredar di Facebook sebuah video yang mempertontonkan sekelompok pelajar SMA sedang mempermainkan shalat. Dalam video yang berdurasi 5 menit 33 detik tersebut terlihat pelajar-pelajar itu melakukan gerakan shalat seraya mengucapkan beberapa bacaan shalat seperti takbir “Allahu Akbar”.
Gerakan tersebut diiringi lagu barat dan gerakan mereka mengikuti iringan lagu tersebut seraya berjoget-joget.  Di video tersebut, pelajar yang kaosnya bertuliskan “SMA Negeri 2 Tolitoli” ini terus melakukan gerakan-gerakan yang mempermainkan shalat dengan iringan lagu.

Surahman Hidayat, anggota komisi X DPR RI,  di sela-sela kegiatan resesnya di Dapil Jawa Barat X —yang  meliputi kab. Kuningan, Ciamis dan kota Banjar— mengutuk keras perbuatan melecehkan salah satu praktik ibadah di dalam agama Islam.

“Jika mereka beragama Islam bisa menjadi murtad (keluar dari agama Islam), dan jika mereka non Islam, perbuatan ini termasuk agresi terhadap kesucian agama Islam,” tegasnya.

Politisi senior dari Partai Keadilan Sejahtera, mengatakan kejadian ini menjadi cambuk bagi dunia pendidikan nasional. Pendidikan agama menjadi sangat penting di tingkatkan baik dari segi kualitatif dan kuantitatif.  “Prosentase jam pelajaran agama Islam yang diterapkan di sekolah-sekolah umum, sangat sedikit,” kata Surahman.

Saat ini jumlah jam pelajaran pendidikan agama Islam (PAI) di sekolah-sekolah masih sangat kurang. Rata-rata pelajaran PAI di sekolah SD hanya 3 jam pelajaran, sementara di SMP dan SMA/SMK hanya 2 jam pelajaran.

“Alokasi jam itu masih sangat sedikit. Akibatnya, pemahaman siswa terhadap pendidikan agama di sekolah umum sangat terbatas,” ungkapnya.

Di samping itu, masih kata Surahman Hidayat, tidak kalah pentingnya, pendidikan di keluarga. Kejadian ini menunjukan, pendidikan anak tidak bisa digantikan dengan pendidikan di sekolah. “Perhatian para orang tua di rumah terhadap pendidikan anak-anaknya terutama pendidikan agama menjadi hal yang sangat penting,” tandasnya.


Kesabaran Rakyat Gaza, Teladan Pembinaan Karakter Siswa

Share this article :

Poskan Komentar