Selasa, 22 Januari 2013

Home » » Ustadz Tengku Yusuf Qardhawi, Ketua Pembina FPI Aceh

Ustadz Tengku Yusuf Qardhawi, Ketua Pembina FPI Aceh

Penerapan Syariat Islam Secara Parsial Justru Menghambat Kemajuan Daerah

Pengasong Sepilis (Sekulerisme Pluralisme dan Liberalisme) dan islamophobia, memang selalu cari gara-gara. Sedikit celah maka akan digunakan untuk masuk menyerang syariat Islam. Daerah-daerah yang mencoba untuk mewujudkan syariat Islam akan selalu menjadi bahan serangan mereka. Tak terkecuali Aceh.

Syukurlah dukungan justru datang dari berbagai pihak karena orang semakin sadar akan bukti keadilan syariat Islam. Seperti pernyataan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), organisasi ini menilai pelaksanaan Syariat Islam yang diberlakukan menyeluruh (kaffah) di Aceh tidak menjadi hambatan enggannya investor menanamkan investasinya di provinsi itu.

"Syariat Islam bukan hambatan investor datang ke Aceh, tapi investasi baik nasional maupun asing akan membuka usahanya jika ada jaminan keamanan dan kepastian hukum," kata Ketua Koordinator wilayah barat BPP HIPMI Fakhrizal Murphy di Banda Aceh, Kamis.

Untuk memperdalam hal ini Eman Mulyatman mewawancarai Ketua Pembina FPI Aceh Ustadz Tengku Yusuf Qardhawi. Berikut petikannya:

Celah sekecil apapun akan digunakan Sepilis dan Islamophobi untuk menghambat Syariat Islam?

Itu sudah pasti, Kami di Aceh melihat realita itu. Begitu ada Perda yang sesuai Kitabullah langsung mendapat kritikan luarbiasa. Di Aceh itu sudah banyak doctor jebolan Amerika dan Kanada yang menuntut ilmu Islam tapi dosennya orientalis.

Benarkah Syariat Islam menghambat investasi di Aceh?

Kalau mau jujur syariat Islam-lah yang menjadikan daerah tersebut maju. Justru yang menerapkan syariat Islam secara parsial yang menghambat investor. Padahal yang namanya syariat Islam di Aceh itu baru wacana atau upaya kearah syariat Islam. Tapi, orang sudah rame, seolah-olah Syariat Islam sudah tegak di Aceh. Contohnya, yang berzina dalam hukum Islam dicambuk 80 kali. Tapi, yang berlaku di Aceh sekarang ini, yang berzina dicambuk 6-8 kali. Justru itu pelecehan terhadap syariat Islam.

Apa yang menghambat Investor?

Justru yang menghambat itu koruptor. Pejabat yang koruptor itu tidak paham syariat Islam. Rata-rata mereka berpendidikan ilmu umum. Pendek kata, mereka bukanyang berkecimpung di penegakkan syariat Islam.

Sekarang ini ada 2 Kabupaten yang menonjol dalam penegakkan syariat Islam, Pidie Jaya dan Langsa. Walaupun secara provinsi mereka dinyatakan belum legal, itu hanya kebijakan dari walikota yang bersangkutan. Pemda setempat membentuk organisasi Penegak Amar Ma’ruf Nahi Munkar yang dipimpin Wakil Walikota atau Sekda-nya. Organisasi ini sangat aktif melakukan razia terhadap pelaku kemaksiatan. Mereka juga memantau pelaksanaan shalat sunat rawatib dan memberi reward bagi para Imam masjid.      

 

silakan di Klik:

http://mafaza-online.blogspot.com/2013/01/suzuki-ertiga-irit-solusi-kenaikan-bbm.html

Share this article :

Posting Komentar