Minggu, 27 Januari 2013

Home » » PKS Tiga Besar Bukan Bid'ah

PKS Tiga Besar Bukan Bid'ah

Massa PKS Babel
MafazaOnline-PANGKALPINANG- Mesin Partai Keadilan Sejahtera (PKS) makin kencang berputar. Para kader sangat optimis, PKS akan menempati posisi tiga besar dalam Pemilu 2014.


Optimisme itu terlihat dalam putaran terakhir Safari Dakwah III PKS di alun-alun Taman Merdeka, Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel), Jumat (25/1/2013). Para pengurus  DPP PKS telah bersafari, menyambangi seluruh ibukota provinsi di Sumatera sejak 5 Januari lalu. Ribuan kader dan simpatisan memadati alun-alun Pangkalpinang untuk mengikuti tabligh akbar dalam rangka Safari Dakwah III PKS.

Dalam pesannya, Ketua Bidang Kebijakan Publik DPP PKS, Hidayat Nur Wahid menegaskan, Indonesia membutuhkan pemimpin yang mau terjun ke tengah masyarakat dan memberi keteladanan. Karena itu, PKS siap memimpin Indonesia.

"Islam itu diturunkan sebagai rahmatan lil 'alamiin. Itu artinya juga, PKS harus menjadi rahmatan lil Indunisiyyin (Rahmat bagi Indonesia). Maka, kalau PKS jadi tiga besar, baik itu nomor 3 atau nomor 1, itu bukanlah bid'ah," tandas Ketua Fraksi PKS DPR RI ini disambut pekik takbir massa.

Hidayat menambahkan, umat Islam tak boleh hanya menjadi pelengkap penderita. Dalam rangka mmperingati Maulid Nabi, setiap muslim harus menyadari bahwa Rasulullah Muhammad SAW menginginkan umatnya menjadi umat yang dapat  dibanggakan.Salah satu caranya adalah dengan istiqomah dalam kebaikan di segala bidang, termasuk dalam berpolitik. "Survei membuktikan, saat ini cuma ada dua parpol yang tak satupun kadernya terlibat korupsi. Salah satunya adalah PKS," tandas Hidayat.

Sementara itu, Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq dalam sambutannya menegaskan, meski Safari Dakwah telah mencapai putaran akhir di Provinsi Babel, namun semangat safari dakwah akan terus dibawa ke seluruh penjuru negeri. "Kita akan capai 3 besar di 2014 untuk raih Indonesia sejahtera," tegasnya.

Luthfi menambahkan, angka kemiskinan di Babel tinggi. Padahal, potensi kekayaan sangat besar. PKS, katanya, akan mengawal agar kekayaan setempat tidak hamya dirasakan oleh segelintir orang. "Siapapun yang jadi pemimpin  harus  kita ingatkan untuk tidak lupa menyejahterakan rakyatnya," tegasnya.

Karena itu, lanjut Luthfi, PKS tidak akan asal merekrut calon-calon pemimpin. PKS tidak akan merekrut calon pemimpin semata lantaran popularitasnya.

"Yang diperlukan PKS adalah calon-calon pemimpin yang memiliki semangat juang untuk memeratakan keadilan. PKS tidak butuh calon-calon populer tapi cuma menginginkan kekuasaan. No way kalau mereka cuma ingin mendapatkan kursi," tegas Luthfi.

Share this article :

Poskan Komentar