Jumat, 25 Januari 2013

Home » » Inflasi Mengancam, Pemerintah Harus Amanakan Kebutuhan Pokok

Inflasi Mengancam, Pemerintah Harus Amanakan Kebutuhan Pokok

MafazaOnline-JAKARTA- Wakil Ketua Fraksi PKS Bidang Bidang Ekonomi, Keuangan, Industri dan Teknologi Sohibul Iman mengingatkan agar pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk serius mengamankan pasokan kebutuhan pokok diberbagai daerah ditengah meningkatnya ancaman banjir.


 “Perlu perhatian yang ekstra dari pemerintah pusat dan daerah, dan juga koordinasi yang baik, agar tidak terjadi kelangkaan pasokan. Terutama didaerah-daerah yang terdampak bencana banjir dan juga kewilayah Indonesia timur akibat kondisi laut yang kurang bersahabat. Kita sangat khawatir, ketika terjadi shortage pasokan, tingkat harga-harga akan membumbung. Dan ini akan mengerek inflasi dan memukul daya beli masyarakat”, paparnya di Jakarta, Selasa (22/1)

Sebagaimana diketahui sebelumnya Bank Indonesia mengaku sulit mengendalikan nilai inflasi pada Januari 2013 yang diperkirakan berada di atas level 1% akibat persoalan distribusi barang. Sebelum terjadi banjir angka inflasi diperkirakan sudah mendekati 0,9% dan akan terus meningkat bahkan jauh di atas 1% jika distribusi barang memburuk akibat banjir diberbagai daerah. Angka tersebut relatif lebih tinggi bila dibandingkan tahun lalu yang hanya 0,7%.

Pemerintah perlu mempertimbangkan untuk melakukan operasi pasar pada wilyah tertentu. Untuk mengamankan pasokan ke wilayah Indonesia timur, perlu dipertimbangkan penggunaan armada kapal-kapal besar milik TNI untuk angkutan barang jika dipandang sudah sangat mendesak”, tambahnya.

Menurut Sohibul Iman, berbagai strategi ekstra perlu ditempuh oleh pemerintah untuk mengamankan pasokan mengingat ancaman cuaca buruk, musim hujan dan banjir yang masih potensial terjadi dalam satu-dua bulan kedepan. Hal ini akan dapat menggangu kelancaran transportasi barang sehingga beresiko mengerek harga barang konsumsi dan berpengaruh buruk pada inflasi nasional.

“Disisi lain kita juga sudah mendapatkan tekanan kenaikan inflasi akibat kenaikan Tarif Tenaga Listrik (TTL) dan dan ekspektasi inflasi akibat kenaikan Upah Minimum Propinsi (UMP) yang cukup tinggi. Pemerintah sudah harus menerapkan manajemen krisis dengan strategi yang extraordinary menghadapi situasi saat ini dan kedepan yang berisiko tinggi”, tegasnya.

Promo Suzuki ERTIGA Excitest Drive diperpanjang
Share this article :

Posting Komentar