Jumat, 25 Januari 2013

Home » » Bangun Infrastuktur DAS dan Irigasi Pertanian Secara Komprehensif dan Serius

Bangun Infrastuktur DAS dan Irigasi Pertanian Secara Komprehensif dan Serius

MafazaOnline-JAKARTA-Wakil Ketua Fraksi PKS Bidang Bidang Ekonomi, Keuangan, Industri dan Teknologi Sohibul Iman mendorong pemerintah untuk merealisasikan pembangunan infrastruktur Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Irigasi pertanian secara komprehensif dan serius. 


“Untuk mengatasi masalah banjir, tidak ada cara lain, selain harus ada kebijakan pembangunan yang komprehensif di hulu dan hilir. Pembangunan DAS, waduk-waduk dan juga kedisiplinan tata ruang harus dijalankan. Dan ini harus juga dikaitkan dengan kebutuhan akan pembangunan irigasi pertanian untuk berbagai wilayah agar cadangan air juga bermanfaat saat musim kemarau yang sering menyebabkan kekeringan dan kelangkaan air yang hebat. Sudah terlalu lama, kita tidak membangun secara sungguh-sungguh seluruh infrastruktur terkait air, baik itu waduk, situ-situ, dam-dam, tanggul-tanggul dan irigasi tersier lainnya”, paparnya.

Sohibul Iman mengingatkan bahwa kerugian akibat kurangnya pembangunan infrastuktur DAS jauh lebih besar dengan biaya yang harus dikeluarkan jika sudah terjadi bencana. Untuk Jakarta saja Menurut Greenomics, nilai kerugian akibat banjir yang melanda Jakarta mencapai Rp15 triliun. Belum jika ditambah kerugian pengusaha nasional akibat bencana banjir yang diperkirakan mencapai Rp500 miliar per hari.

“Kita sangat menyayangkan penyerapan belanja modal APBNP 2012, sebagian besarnya terkait infrastruktur yang hanya sebesar 79%, sehingga menyebabkan sekitar Rp30 triliun dari anggaran tersebut hangus. Ini harus menjadi catatan serius. Padahal dana sebesar itu akan sangat luar biasa jika digunakan untuk membangun infrastruktur DAS, infrastruktrur pendukung dan irigasi pertanian lainnya. Jika alokasi anggaran cukup dan tereksekusi dengan baik, manajemen air kita tentu akan jauh lebih baik”, tandasnya.

Iman juga menghawatirkan dampak buruk banjir di Jabodetabek dan Karawang terhadap industri dalam jangka pendek. Menurut data Kadin, sebanyak 30-40% kegiatan perdagangan dan industri manufaktur Indonesia berpusat di Jabodetabek dan Karawang. Banjir telah meningkatkan kerugian yang ditanggung pengusaha akibat terganggunya pengoperasian kegiatan produksi di sektor industri, dan kerusakan sarana dan prasarana produksi. Selain itu terhambatnya arus distribusi bahan baku dan barang jadi, serta terjadinya pembatalan transaksi bisnis sampai timbulnya klaim atau tuntutan dari pihak pembeli di luar negeri, juga mengakibatkan kerugian yang besar bagi dunia usaha.

“Yang dikhawatirkan, jika tidak ada kesungguhan pembangunan DAS di hulu dan hilir, pengusaha akan mempertimbangkan melakukan relokasi pabriknya ke negara lain. Terlebih terdapat beberapa negara pesaing yang juga memiliki upah buruh yang lebih rendah, memiliki insentif tax holiday, memiliki harga bahan baku serta energi yang lebih rendah dan juga birokrasi yang lebih baik. Ini menunjukkan bahwa kesungguhan pembangunan DAS di hulu dan hilir akan sangat menentukan pembangunan kita diberbagai sektor. Ini harus menjadi perhatian sungguh-sungguh pemerintah”, tegasnya.



Promo Suzuki ERTIGA Excitest Drive diperpanjang

Share this article :

Poskan Komentar